// <![CDATA[ANALISIS ASPEK PARALLELOGRAMMING DAN PENGGUNAAN KALIBER PROFIL RODA DIKAITKAN DENGAN LAJU KEAUSAN BERLEBIH FLENS RODA BOGIE GERBONG KKBW DISUMATERASELATAN]]> Prof. Ir. Partosiswojo Dosen Pembimbing 1 DEDDY EKO MURDIY ANTO / 12-1998-077 Penulis
Warp atau paralellogramming adalah suatu fenomena atau peristiwa jelek yang dapat terjadi pada three-piece bogie saat perjalanan melewati tikungan. Fenomena ini, menurut salah seorang pakar kereta api dari luar negeri, dapat menjadi penyebab laju keausan berlebih flens roda dan sisi dalam kepala rei tinggi tikungan. Fenomena paralellogramming ini patut kita cintai sebab dapat dimungkinkan terjadi pada three-piece bogie gerbong KKBW di Sumsel yang mungkin selama ini telah menjadi akar permasalahan berlebihnya laju keausan flens roda dan sisi dalam kepala rel. Pada Tugas Akhir ini penulis mencoba untuk lebih jauh mengamati dan mengetahuinya. Selain itu, roda kasar merupakan bukan jenis roda yang seharusnya diterapkan pada bogie gerbong KKBW di Sum-Sel. Dengan jarak antar punggung roda 1 000 rnm dan berkedudukan di atas Lebar sepur 1067 mm, penerapan roda kasar akan menyebabkan jarak antar flens dan sisi dalam kepala rei menjadi sangat kecil. Para peneliti dari Australia yang tergabung dalam Indonesian Rail Safety Project 1999 pernah menyatakan di dalam papernya bahwa jarak (clearance) antara flens roda dan sisi dalam kepala rel yang terlampau kecil dapat menjadi faktor terhadap laju keausan berlebih flens roda dan sisi dalam kepala rei. Pernyataan ini tidak ada salahnya untuk dicermati, bahwasannya fenomena clearance yang terlampau kecil tersebut dapat saja tetjadi pada bogie gerbong KKBW di Sum-Sel selain fenomena paralellogramming . Dengan menggunakan suatu alat ukur Penulis mencoba mengetahui adakah penerapan roda kasar terjadi pada bogie gerbong KKBW di Sum-Sel, yang mungkin saja selama ini menjadi faktor penyebab laju keausan berlebih flens roda dan sisi dalam kepala rei di Sumatera Selatan. Kata kunci : - Paral/elogramming - Clearance