// <![CDATA[MODULUS ELASTISITAS BAHAN KOMPOSIT SERAT PELEPAH POHON PISANG DENGAN MA TRIKS PLASTIK KEMASAN AIR MINERAL DENGAN CARA UJI LENTUR]]> Yusril Irwan, ST., MT Dosen Pembimbing 1 EKO FACHRUDIN / 122000146 Penulis
Material komposit adalah material hasil dari campuran/ penggabungan dua bahan atau lebih secara mikroskopis dan unsur-unsur sifat asli bahan-bahan pembentukannya masih terikat. Pada umumnya material komposit terdiri dari dua unsur, yaitu serat (fibre) dan bahan pengikat serat yang disebut matriks. Unsur utama dari material komposit adalah serat, susunan dan jenis serat inilah yang menentukan karakteristik material, seperti : kekakuan, kekuatan dan sifat-sifat mekanik lainnya. Serat menahan sebagian besar gaya-gaya yang bekerja pada material komposit, sedangkan matriks bertugas melindungi dan mengikat serat agar dapat bekerja dengan baik. Sekumpulan serat tidak berarti apa-apa tanpa ada suatu pengikat, karena itu serat harus diikat dalam sebuah binders atau matriks. Tetapi selama ini penggunaan serat alam masih jarang digunakan padahal selain harga lebih murah, serat ini mudah sekali ditemukan dilingkungan kita. Pada laporan tugas akhir ini, penulis menggunakan serat alam yaitu serat pelepah pisang. Salah satu jenis matriks yang sering digunakan berupa resin polyester (plastik). Untuk memanfaatkan barang daur ulang, penulis menggunakan plastic kemasan air mineral sebagai matriks. Dengan banyaknya penggunaan dan pemakaian plastik dalam kehidupan sehari-hari dapat menimbulkan dampak positif dan negatif terhadap Lingkungan hidup, dampak positifnya yaitu tahan lama dan tidak akan terjadi korosi, sedangkan dampak negatifnya dari limbah plastic adalah tidak dapat membusuk, tidak dapat terurai dan tidak dapat menyerap air. Karena hal tersebut, maka penulis ingin mencari solusi pemanfaatan untuk: daur ulang plastik kemasan air mineral agar dapat dimanfaatkan kern bali. Konsep umum dari penggunaan teknologi material komposit secara teori adalah untuk mendapatkan suatu material dengan harga murah namun memiliki sifat material yang lebih baik dibanding material-material pada umumnya. Metoda penggabungan beberapa unsur atau material merupakan pokok utama untuk mendapatkan material komposit. Tujuan dari setiap kasus adalah untuk mengoptimalkan sifat bahan dengan proses pencampuran. Untuk kasus rekayasa, suatu prinsip dengan penggabungan dua atau lebih komponen akan bertujuan menghasilkan bahan dengan karakteristik lebih baik dengan tanpa mengurangi sifat-sifat bahan tersebut. Konsep tersebut digunakan untuk semua jenis sifat-sifat fisik, kimiawi, dan mekanik agar menguntungkan dalam pengolahan material komposit dan berharap mengurangi biaya pembuatan material komposit. Untuk mengetahui pengaruh perubahan nilai modulus elastisitas terhadap fraksi volume serat maka dibuat beberapa spesimen dengan fraksi volume serat yang berbeda-beda, kemudian diuji lentur. Dengan demikian akan diperoleh besarnya beban dan defleksi yang terjadi dan selanjutya nilai modulus elastisitasnya dapat dihitung.