// <![CDATA[PERANCANGAN TA TA LETAK GUDANG BAHAN BAKU DENGAN MENGGUNAKAN KEBIJAKAN PENYIMPANAN BERKELOMPOK (Studi Kasus Di PT. World Yamatex Spinning Mills Bandung)]]> Ir. Susy Susanty, MT. Dosen Pembimbing 2 Dr.,Ir. Kusmaningrum, MT. Dosen Pembimbing 1 R. Yudhiyono Rusdi Susetyo/13-1998-039 Penulis
Gudang merupakan pakan salah satu bagian penting dari kegiatan produksi di pabrik dan memiliki pengaruh besar terhadap lancar tidaknya mekanisme kegiatan dcp art cmcn-departemen lain di pabrik. Kegiatan produksi di PT. World Yamatex Spinning Mills Bandung (PT. WYSM Bandung) mengakibatkan perlunya penyimpanan bahan baku dengan jenis yang bervariasi dan berjumlah banyak. Dengan kondisi tersebut diatas maka persoalan peletakan beragam JEnis bahan baku perlu diatur untuk memindahkan kegiatan peletakan dan pengambilan bahan baku tersebut. Pada saat ini perletakan yang dilakukan belum direncanakan dengan baik sehingga terlihat tidak teratur dan menimbulkan kesulitan dalam identifikasi bahan baku untuk kegiatan peletakan dan pengambilan. Penelitian tugas akhir ini ditujukan untuk memperbaiki kinerja di gudang bahan baku PT. WYSM Bandung. Permasalahannya adalah bagaimana merancang ulang tata letak gudang bahan baku dengan pengelompokkan bahan baku berdasarkan kriteria tertentu (misalnya tipe bahan baku, ukuran. dan lain-lain) dan menyediakan daerah tempat penyimpanan untuk masing-masing kelompok bahan baku tersebut. Setiap tempat persimpangan harus dapat menampung fluktuasi jumlah persediaan masing-masing jenis bahan baku. Larson et al (1997) mcngembangkan penelitian pada tata letak gudang berdasarkan kebijakan penyimpanan berkelompok Usulan perbaikan dilakukan dengan menggunakan metode tersebut. Terdapat 1 tahap pengerjaan dalam metode tersebut Tahap pertama adalah penentuan tata letak dan ukuran gang yang disesuaikan dengan pintu masuk dan pintu keluar, material handling yang digunakan pcnasahaan (forklift truck) dan hale kapas. Tahap kedua adalah penentuan jumlah kebutuhan tempat penyimpanan dan kedalaman baris untuk masing-masing jenis bahan baku dengan menggunakan algoritma kedalaman baris Tahap ketiga adalah pengelompokkan bahan baku dan penempatan masing-masing kelompok kc dalam daerah pen} simpanannya Perhitungan pada tahun ini menggunakan algoritma pengelompokkan. Usulan yang dihasilkan memiliki 7 daerah penyimpanan untuk menyimpan 13 kelompok bahan baku. Setiap daerah penyimpanan memiliki ukuran sama, yaitu panjang daerah penyimpanan 10 hale, ketinggian tumpukkan 10 hale, dan kedalaman baris tiap kelompok adalah 2 hale.