// <![CDATA[ANALISIS KESESUAIAN PENEMPATAN PEGAWAI (JOB-PERSON MATCHING) DENGAN MULTI KRITERIA MENGGUNAKAN PROGRAMA LINIER BINER BERBASIS KOMPETENSI DI PT. POS INDONESIA]]> Sugih Arijanto, ST., M.M. Dosen Pembimbing 2 Ir. Emsosfi Zaini, M.T. Dosen Pembimbing 1 Ayu Setiarini/13-1999-026 Penulis
Dalam penelitian ini, digunakan konsep manajemen sumber daya manusia yang sedang hangat di batas kalangan atlet manajemen sumber daya manusia, yaitu konsep kompetensi. Kesalahan pada penempatan seseorang yang tidak memiliki kompetensi pada suatu jabatan tertentu akan memberikan hasil yang tidak efektif atau dengan kata lain tidak sesuai dengan yang diharapkan. "The right man on the right place at the right time" merupakan acuan dalam memilih dan menentukan seseorang individu dalam suatu jabatan tertentu. Penempatan kompetensi individu pemegang jabatan yang sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan jabatan akan dapat menciptakan kinerja yang baik atau superior. Perubahan struktur organisasi di PT. Pos Indonesia menuntut kesesuaian antara individu pemegang jabatan dengan jabatan yang didudukinya saat ini. Penelitian ini dilakukan di Direktorat Swnber Daya Manusia bagian Pengembangan dan Pelatihan (Banglat SDM). Dalam konsep kompetensi, pertimbangan pemilihan pegawai tidak hanya melihat salah satu aspek yang dimiliki manusia, seperti skill saja, pengetahuan saja, atau personality trail SClia, melainkan keseluruhan aspek seperti motivasi, bawaan (trait), konsep diri (self concept), pengetahuan dan skill sebagai pembentuk manusia seutuhnya. Dalam penelitian ini dilakukan analisis kesesuaian antara kompetensi yang dibutuhkan jabatan dengan yang dimiliki oleh individu pemegang jabatan (Job-Person Matching) yang berbasiskan kompetensi. Keduapuluh (20) kompetensi yang digunakan mengacu pada buku Spencer & Spencer (1993). Untuk menyelesaikan permasalahan Job-Person Matching tersebut dipergunakan model penempatan pegawai dengan multi kriteria menggunakan program linier biner. Untuk melakukan analisis kesesuaian penempatan pegawai (Job-Person Matching) ini, ada beberapa langkah/proses yang harus dilakukan yaitu penyusunan kuesioner, penyebaran kuesioner, verifikasi data dan penentuan Job-Person Matching dengan nilai kompetensi total. Terdapat tiga macam kuesioner dalam penelitian ini yaitu kuesioner kompetensi jabatan, kuesioner kompetensi individu dan kuesioner penentuan bobot dimensi kompetensi. Masingmasing kuesioner tersebut bertujuan untuk mendapatkan nilai minimal kompetensi yang dipersyaratkan oleh jabatan agar pemegang jabatan dapat menjalankan pekerjaannya dengan baik, untuk mendapatkan nilai kompetensi individu dan untuk menentukan bobot dan tingkat kepentingan dari dimensi-dimensi kompetensi tersebut. Kuesioner disebarkan kepada para atasan dan individu pemegang jabatan. Verifikasi data dilakukan pada data hasil kuesioner kompetensi individu berupa skala Likert menjadi skala menurut Spencer & Spencer (1993). Proses penentuan bobot masing-masing dimensi kompetensi dilakukan dengan Analytical Hierarchy Process (AHP), yaitu dengan metode perbandingan berpasangan (pinvise comparison) dalam perhitungannya menggunakan software "Expert Choise Versi 9.0". Persoalan penempatan pegawai ke-i di jabatan ke:i dapat dirwnuskan sebagai mencari X1J. i= 1,2, ... ,1, dan}= 1,2, ... ,.1. Dirnana X1J akan 1 jika individu ke-i menempati jabatan ke-j dan 0 jika individu ke-i tidak menempati jabatan ke~j. Dengan N1.k adalah nilai individu ke-I berdasarkan dimensi kompetensi ke-k. BkJ adalah bobot dimensi kompetensi ke-k di jabatan kej. Persoalan ini bertujuan untuk memaksimalkan fungsi tujuan ni1ai kompetensi total. Persoalan tersebut merupakan persoalan dengan multi kriteria menggunakan program linier biner. Dari K I J persoalan tersebut maka rumus formulasi matematisnya adalah Z =…………………. yang memenuhi beberapa persyaratan kendala. Dalam penelitian ini terdapat dua alternatif perhitungan yaitu dengan memperhatikan nilai minimal kompetensi yang dipersyaratkan untuk menempati jabatan dan tanpa memperhatikan nilai tersebut. Perhitungan ini menggunakan bantuan software Mathcad dan Win-QSB. Hasil perhitungan berupa matriks yang akan memperlihatkan individu mana yang kompeten di jabatan-jabatan yang ada di bagian Banglat SDM. Alternatif ke-1 menghasilkan matriks yang memperlihatkan bahwa hanya individu ke-6 yang kompeten di jabatan ke-4. Alternatif ke-2 memperlihatkan baltwa individu ke-1 kompeten di jabatan ke-4, individu ke-2 kompeten di jabatan ke-6, individu ke-3 kompeten di jabatan ke-2, individu ke-4 kompeten di jabatan ke-5, individu ke-5 kompeten dijabatan ke-3, individu ke-6 kompeten dijabatan ke-1