// <![CDATA[PENERAPAN METODE TAGUCHI DALAM MENENTUKAN LEVEL FAKTOR TERBAIK PADA PROSES PENGA WET AN KA YU SISTEM RENDA MAN (Studi I]]> Rispianda, S.T., M.T. M.Phil Dosen Pembimbing 2 Ir. Ambar Harsono., M.T Dosen Pembimbing 1 SHERMY RANI WARMAN / 13-1999-101 Penulis
Penggunaan kayu lokal ternyata menimbulkan masalah karena memiliki tingkat keawetan kayu yang sangat rendah. Sehingga memungkinkan perlu adanya suatu usaha dalam meningkatkan proses pengawetannya. Pengawetan kayu dapat dilakukan dengan banyak cara. Cara pengawetan kayu yang dibahas dalam penelitian ini adalah seperti yang tercantum dalam Standar Kehutanan No. SKJ. C-m-001 : 1987, salah satunya adalah proses pengawetan dengan sistem perendaman yang terdiri dari rendaman dingin dan rendaman panas. Dalam penelitian ini bertujuan untuk menentukan setting level faktor terbaik yang berpengaruh terhadap hasil penetrasi dan retensi (karakteristik kualitas kayu) pada proses pengawetan kayu sistem rendaman sehingga mampu menghasilkan kayu olahan dengan kualitas baik. Penetrasi adalah kedalaman penembusan bahan pengawet ke dalam kayu yang dinyatakan dalam satuan mm atau persen sedangkan Retensi adalah banyaknya bahan pengawet kering (tanpa air) yang diserap dalam kayu dan dinyatakan dalam satuan kgjm3. Berdasarkan hasil diskusi dengan pihak perusal aan, bahwa terdapat 4 faktor dengan 3 level yang mempengaruhi hasil penetrasi dan retensi, diantaranya : faktor konsentrasi larutan bahan pengawet sebagai faktor tak terkontrol dan jenis kayu (meranti, bayur, kecapi) ; lama waktu perendaman kayu (6= jam, 18 jam, 24 jam) dan tekanan/posisi kayu pada saat diawetkan (apung, melayang, tenggelam) sebagai faktor terkontrol. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Taguchi untuk mendapatkan komposisi faktor-faktor yang berpengaruh terhadap hasil penetrasi dan retensi dengan kombinasi level faktor yang optimal serta proses pengawetan yang terbaik sesuai dengan target yang diharapkan sehingga mampu meningkatkan kualitas kayu awetan. Taguchi mengatakan bahwa produk yang memiliki karakteristik kualitas yang memenuhi spesifikasi toleransi tidaklah cukup sebagai hasil produksi yang ideal. Tetapi, produk dengan karakteristik kualitas yang sesuai target adalah yang terbaik. Langkah yang dilakukan adalah dengan menentukan faktor dan interaksi faktor yang berpengaruh, identifikasi faktor terkontrol dan tak terkontrol, menentukan setting level factor dan menentukan Orthogonal Array (OA) yang sesuai (tahap pengumpulan data) kemudian melakukan perhitungan Signal to Noise Ratio (SIN), efek faktor dengan menggunakan metode grafik dan anal isis variansi (ANOV A) serta prosedur 2 langkah Taguchi (tahap pengolahan data). Berdasarkan hasil penelitian dan analisis, setting level yang tepat dari semua faktor yang berpengaruh, yaitu : (1) Faktor A (lama waktu rendaman) : 18 jam (level 2) (2) Faktor B Jenis kayu) : kecapi (level 3) (3) Faktor C (tekanan/posisi) : tenggelam (level 1) Setelah diperoleh level terbaik dari faktor terkontrol, proses pengawetan dengan system rendaman panas adalah proses yang terbaik yang terpilih karena memberikan hasil yang optimal sesuai dengan target yang diharapkan.