PENGEMBANGAN MODEL DISTRIBUSI GULA PASIR DENGAN MENGGUNAKAN METODE DINAMIKA SISTEM (STUD I KASUS Dl JAW A BARA T)
Produksi gula pasir di Jawa Barat belum menunjukan suatu keadaan yang lebih baik, dimana setiap tahunnya produksi gula pasir lokal belum dapat memenuhi kebutuhan akan gula pasir bagi penduduk Jawa Barat. Upaya pemantauan suplai gula pasir ini dilaksanakan oleh PT. Perkebunan Nusantara yang juga bertugas sebagai importir gula pasir untuk untuk memelihara persediaan gula pasir, agar fluktuasi harga gula pasir dapat dibatasi guna kestabilan harga Dalam pelaksanaannya, sering terjadi perbedaan yang cukup berarti antar jumlah pengadaan dengan jumlah yang perlu disalurkan. Faktor terbesar yang yang menjadi pendorong terciptanya kondisi tersebut adalah penetapan kebijakan yang seringkali kurang tepat diambil oleh pemerintah dalam merencanakan kebutuhan pengadaan gula pasir dalam memenuhi penyaluran.
Metode yang digunakan untuk memecahkan masalah dalam perencanaan kebutuhan pengadaan gula pasir di Jawa Barat ini menggunakan metode Dinamika Sistem Metode ini menggunakan kekuatan imformasi pengalaman dan penilaian yang dimiliki oleh manajemen tradisional dan mengatasi keterbatasan dari pemikiran manusia dan model mental dengan merestrukturisasi informasi yang dimiliki dan menampilkan konsekuensi yang akan terjadi dengan simulasi komputer.
Pada Tugas Akhir terdapat tiga sub model yang berkaitan dengan perencanaan pengadaan gula pasir di Jawa Barat, yaitu :
1. Sub Model Populasi dan Konsumsi : Pada sub model ini, jumlah kebutuhan gula pasir dipengaruhi oleh konsumsi gula pasir per kapita, kelahiran, kematian, imigrasi dan emigrasi.
2. Sub Model Produksi Gula Pasir: Pada sub model ini, besarnya produksi dipengaruhi oleh luas lahan dan produksi tebu per hektar.
3. Sub Model Pengadaan Gula pasir: Pada sub model ini, besarnya pengadaan dipengaruhi oleh selisih nilai produksi dan kebutuhan gula pasir. Dimana basil pengadaan ini digunakan untuk memenuhi penyaluran gula pasir.
Hasil dari penelitian ini berupa angka-angka basil simulasi komputer dengan menggunakan 3 alternatif skenario, pada skenario 1 data yang dipakai adalah data nyata, basil menunjukan bahwa Jawa Barat masih tergantung impor untuk memenuhi kebutuhan gula pasirnya, tapi di tahun 2007 mulai mengalami penurunan jumlah irn punya, skenario 2 melakukan penambahan luas lahan dari data nyata maka hasil yang didapat produksi gula pasir meningkat dan jumlah impor mengalami penurunan sehingga Jawa Barat dapat mulai memenuhi kebutuhannya sendiri, bahkan di tahun 2009 Jawa Barat sudah dapat mengekspor gula pasirnya Dan skenario 3 melakukan pengurangan luas lahan dari data nyata Hasil yang didapat, Jawa Barat masih tergantung impor dan mengalami peningkatan jumlah impor tiap tahunnya dalam memenuhi kebutuhan gula pasirnya.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2003).PENGEMBANGAN MODEL DISTRIBUSI GULA PASIR DENGAN MENGGUNAKAN METODE DINAMIKA SISTEM (STUD I KASUS Dl JAW A BARA T) ().Teknik Industri:FTI
Chicago Style
.PENGEMBANGAN MODEL DISTRIBUSI GULA PASIR DENGAN MENGGUNAKAN METODE DINAMIKA SISTEM (STUD I KASUS Dl JAW A BARA T) ().Teknik Industri:FTI,2003.Text
MLA Style
.PENGEMBANGAN MODEL DISTRIBUSI GULA PASIR DENGAN MENGGUNAKAN METODE DINAMIKA SISTEM (STUD I KASUS Dl JAW A BARA T) ().Teknik Industri:FTI,2003.Text
Turabian Style
.PENGEMBANGAN MODEL DISTRIBUSI GULA PASIR DENGAN MENGGUNAKAN METODE DINAMIKA SISTEM (STUD I KASUS Dl JAW A BARA T) ().Teknik Industri:FTI,2003.Text