// <![CDATA[ANALISIS PENENTUAN HARGA POKOK DAN AKTIVITAS DENGAN PENDEKATAN SISTEM ABC/ABM DI UNIT USAHA PERKAKAS PT. PINDAD]]> Ir. Abu Bakar, M.M. Dosen Pembimbing 1 Ir. Lisye Fitria, MT Dosen Pembimbing 2 Mohammad Subarkah/13-1994-096 Penulis
Kompetisi global yang intensif mendorong perusahan melakukan perubahan di dalam teknologi, sistem maupun proses produksi, yang salah satunya memperbaiki efektivitas keputusan mengenai penentuan harga pokok produk. Semakin meningkatnya persaingan suatu perusahaan, maka rnanajemcn scr makin membutuhkan informasi biaya yang akurat dalam mengalokasikan biaya, untuk menentukan harga pokok produk secara akurat. Apabila Informasi keliru dapat melahirkan keputusan yang salah, karena informasi merupakan landasan dalam pengambilan keputusan. Sistem ABC atau Activity-Based Costing System, yang pertama diperkenalkan tahun 1988 dan populer pada akhir-akhir abad 21, adalah sistem biaya yang didasarkan aktivitas, sistem ABC menjanjikan perhitungan biaya yang lebih akurat dibandingkan dengan sistem tradisional yang diterapkan perusahaan pada saat ini. Dari waktu ke waktu, para praktisi mengakui kemampuan ABC, rn memanfaatkan pengalaman dan memperluas penerapan ABC, yang lama kelamaan berkernbang rnenjadi ABM atau Activity- Based Management yaitu suatu sistem yang lebih luas yang mencakup baik tentang bagaimana memanajemeni biaya maupun bagaimana membebankan biaya pada proses dan produk secara lebih tepat berdasarkan informasi dari databASE. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perhitungan yang diterapkan oleh Unit Usaha Perkakas PT. PINDAD saat ini tidak sesuai lagi dengan kondisi sekarang dimana pembebanan biaya tak langsung dengan proporsi jumlah produk menimbulkan kesalahan alokasi biaya ke semua produk secara rnerata. Penerapan perhitungan harga pokok produk dengan menggunakan sistem ABC/ABM pada Unit Usaha Perkakas PT. PINDAD sangat sesuai, karena banyak aktivitas perusahaan yang tidak berhubungan langsung dengan proses produksi. Dengan menggunakan sistem ABC/ ABM maka aktivitas-aktivitas tersebut renner bentuk pusat pusat biaya tersendiri dengan membebankan terhadap produk, juga dengan menggunakan perancu biaya yang sesuai dengan penggunaan sumber daya yang dilanjutkan dengan menganalisis aktivitas-aktivitas yang paling besar menyerap sumber daya. Dengan menggunakan sistem ABC/ABM untuk menghitung harga pokok produk, rnaka perusahaan menghasilkan perhitungan yang menggambarkan konsumsi biaya yang sesungguhnya oleh produk yang dihasilkan dan juga perusahaan dapat melakukan perbaikan-perbaikan dengan menambah nilai yang berarti pada proses rnanajemennya.