// <![CDATA[US ULAN STRA TEGI PEMASARAN BERDASARKAN PETA - PETA POSISI PERSEPSl DAN PREFERENSI PENGGUNA FITNESS CENTRE (Studi Kasus di Fire Gym Fitness Centre Bandung )]]> Sugih Arijanto, S.T.,M.M. Dosen Pembimbing 2 Drs. Hadi Adianto, M.T. Dosen Pembimbing 1 Yan Kristian / 13-1997-066 Penulis
Kesadaranuntuk hidup sehat dengan cara berolahraga di Indonesia saat ini sudah sangat tinggi, dapat dilihat dari banyaknya sport centre di kota – kota besar di indonesia. Dan mulai pertengahan tahun 1990-an sampai sekarang olahraga fitness merupakan salah satu olahraga yang cukup digemari, terutama oleh anak - anak muda, karena selam untuk kesehatan fitness juga sangat baik untuk pembentukan tubuh Di kota Bandung saja saat ini terdapat kurang Lebih 30 buah fitness centre, dan salah satunya adalah Fire Gym. Fire Gym adalah fitness centre yang didatangkan pada tahun 1998. Terletak di jalan Gudang Utara, dengan peralatan yang cukup lengkap dan memadai Fire Gym cukup diminati oleh penggemar olahraga fitness di kota Bandung, ini dapat dilihat jumlah anggota yang hingga saat ini berjumlah sekitar 1500 orang walaupun yang hingga saat ini masih berlatih adalah sekitar 400 orang ( sumber Fire gym ). Kini masyarakat semakin kritis dalam memilih segala sesuatu, termasuk memilih tempat berolahraga, selain fasilitas yang lengkap dan baik, mereka juga mencari tempatyang nyaman dan Juga menuntut pelayanan yang terbaik. Oleh sebab itu fire gym harus berorientasi pada keinginan dan kepuasan pelanggan dan membuat inovasi yang berkualitas dalam membuat strategi pemasaran yang dilakukan untuk menarik konsumen sebanyak mungkin. Terdapat banyak pesaing, dan yang dianggap sebagai pesaing utama oleh manajemen Fire Gym adalah Sosi, Hans, dan IBBF. Untuk menyusun strategi pemasaran, maka harus terlebih dahulu diketahui kelebihan dan kekurangan Fire gym dibandingkan dengan tempat fitnes lain dan juga mengetahui atribut – atribut apa saja yang dipentingkan oleh konsumen dalam memilih tempat fitnes. Sebagai inputnya adalah persepsi dan preferensi konsumen, yang dimaksud dengan persepsi dan preferensi konsumen yaitu adanya pandangan (persepsi) konsumen terhadap tempat – tempat fitnes yang ada dan adanya kecenderungan (preferensi) konsumen dalam memilih tempat fitnes berdasarkan atrtbut – atribut tertentu untuk mendapatkan data tersebut dilakukan penyebaran konsumen kepada 4 segmen., yaitu orang yang belum pernah berlatih tetapi tertarik untuk berlatih fitnes, orang yang berlatih tetapi tidak rutin, orang berlatih secara rutin, orang yang berlatih untuk menJadi atlet. Setelah data dikumpulkan maka dilakukan perhitungan untuk mencari persepsi konsumen terhadap tempatfitnes yang dibandingkan dengan bantuan software MDS ALSCAL SPSS 11.0 dan mencari arah vektor atribut dan titik tdeal dengan software PREFMAP. Dari hasil pengolah data tersebut maka dihasilkan peta posisi tempat fitnes dan vektor atribut. Berdasarkan hasil analisis, untuk atribut kelengkapan peralatan utama, kenyamanan tempat fitnes, alat - alat yang terawat, instruktur yang berwawasan luas dalam pembentukan badan dan kesehatan, instruktur yang berpengalaman, program pelatihan yang jelas dan suasana yang menyenangkan ketika berlatih konsumen cenderung memilih SOSI, sedangkan untuk atribut keamanan adalah Hans, dan untuk atribut jumlah alat sejenis, kelengkapan peralatan tambahan untuk menunjang peralatan utama dipilih Fire gym. Dari hasil diatas maka yang menjadi pesaing utama Fire gym adalah SOSI Usulan strategi agar Fire gym dapat meningkatkan kemampuan bersaing dan bahkan mengalahkan SOSI antara lain adalah dengan menugaskan seorang satpam atau tukang parkir yang khusus menjaga kendaraan para pelanggan, juga disediakan karcis atau nomer parkir, dibuatkan ventilasi udara tambahan,penyusunan alat – alat fitnes lebih diperhatikan, menambah jumlah instruktur, mengadakan program pelatihan bergaransi, menyediakan fasilitas multimedia.