// <![CDATA[USULAN PERHITUNGAN HARGA POKOK PRODUKSI DENGAN BANTUAN PERANGKAT LUNAK UNTUK MENDUKUNG KONSEP SISTEM PRODUKSI TERDISTRIBUSI MANDIRI (SPTM) (STUDI KASUS Dl DIVISI FOUNDRY PT. X)]]> Drs. Hari Adianto, MT. Dosen Pembimbing 1 Cahyadi Nugraha, S.T., M.T. Dosen Pembimbing 2 Prayoga Bayu Nurcahya/13-1998-006 Penulis
Departemen keuangan PT. X merupakan salah satu bagian dalam perusahaan yang mengukur kinerja perusahaan. Kinerja ini dapat diukur melalui besarnya biaya-biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi produk-produknya. Pengukuran besar biaya ini dapat dihitung per unit produk, yang biasa dalam bidang akuntansi dikenal dengan nama Harga Pokok Produksi (HPP). Masalah yang ada dalam departemen keuangan saat ini adalah perhitungan HPP yang belum mengikuti adanya perubahan-perubahan yang terjadi dalam sistem produksi, dan lambatnya informasi yang diperoleh. Karena kesulitan dalam mengetahui informasi-informasi variabel biaya, maka perhitungan HPP disederhanakan yaitu berdasarkan pengeluaran biaya yang terjadirata-rata dan variabel biaya untuk HPP tersebut lebih didasarkan pada informasi yangberlaku selama 1 tahun untuk produk yang sama. Perusahaan akan memiliki daya saing yang tinggi, bila ada pengintegrasian yang optimal antara proses produksi dengan sistem informasi produksi. Pengintegrasian ini diharapkan bersifat luwes dan fleksibel agar dapat memenuhi tuntutankebutuhan konsumen yang berubah-ubah. Salah satu alternatif sistem produksi yang dapat meningkatkan fleksibilitas dalam produksi adalah Sistem Produksi Terdistribusi Mandiri (SPTM). SPTM ini merupakan sistem produksi yang memberikan otonomi pada setiap elemen produksi untuk melakukan fungsi monitoring, pengambilan keputusan, pengendalian dan fungsi komunikasi. Masing-masing elemenproduksi tersebut nantinya diharapkanmemiliki kecerdasan yang memadai, informasiyang terbaru dan algorit mapenyelesaian yang terbaik. agar dapat mengatasi permasalahan yang mungkin muncul dalam menghadapi kondisi lingkungan yang dinamis. Perlu dikembangkan model perhitungan yang akurat dan diharapkan perhitungan HPP akan mendekati riil. Keakuratan informasi HPP sangat diperlukan, karena dalam 1 tahun mungkin akan terjadi perubahan-perubahan harga seperti harga listrik, kurs mata uang, harga bahan bakar dan lain-lain. PerhitunganHPP dengan informasi variabel biaya dalam per bulan diharapkan akan menjadi peruntungan yangmendekati riil. Dengan dirancangnya suatu alat yang dapatmembantu departemen keuangan dalam melakukan perhitungan HPP, diharapkan juga akan dapat merespon perubahan-perubahan informasiyang terjadi agar tercapainya HPP yangmendekati riil. Penerapan konsep SPTM pada perhitungan HPP ini menyebabkan HPP yang didapatkan terus berubah karena responsif terhadap perubahan sistem produksi yang terjadi. Sebagai contoh penggunaan mesiu yang sama dengan jumlah jam yang samatetapi waktu yang berbeda, belum tentu menghasilkan biaya yangsaro. Hal ini disebabkan karena setiap mesin memiliki variabel-variabel yang terus berubah dengan adanya perlakuan dan konsumsi yang berbeda pada waktu yang berbeda. Pada metode yang digunakan oleh perusahaan, hal ini dianggap tidak berubah, yaitu penggunaan mesin yang sama dengan jumlah jam yang sama tetapi waktu yang berbeda,akan menghasilkan biaya yang sarna. Pada perhitungan HPP perusahaan, pembebananmesin hanya dari depresiasi mesin sedangkan pada perhitungan HPP usulan pembebanan mesin, selain dari depresiasi mesin (ct) jugadibebankan dari beban langsung ( cd) dan beban taklangsung ( Cid). Beban langsung dan bebantak langsung diberikan faktor pemberat sebelum langsung dibebankan ke mesin