MODEL SIMULATED ANNEALING- CURVES UNTUK PERANCANGAN AREA ALLOCATION DIAGRAM. YANG DIAPLIKASIKAN DALAM·AUTOCAD
Perancangan Area Allocation Diagram (AAD) adalah salah satu tahap penting dalam kegiatan perancangan fasilitas, dimana AAD yang dihasilkan akan menjadi dasar bagi rancangan tataletak rinci karena dalam proses pengalokasian wilayah dilakukan pemaduan antara keterkaitan kegiatan dan kebutuhan ruang (Apple. 1977:320). Kondisiideal dalam pengalokasian wilayahadalah semua departemen dapat dipertukarkan, kondisi tersebut hanya berlaku pada kasus departemen sama luas (equal area) yang jarang ditemui. Beberapa metode yang digunakan dalam pengalokasian wilayah kegiatan dapat digolongkan menjadi metode optimal dan heuristik,dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif.
Salah satu penelitian yang mengembangkan model perancangan AAD untukunequal area dilakukan oleh Helmy (2003). Model tersebut dikembangkan berdasarkan algoritma Simulated Annealing (SA) dan mampu mempertukarkan seluruh departemen yang ada. Output yang dihasilkan adalah gambar AAD dalam ukuran sebenarnya dan masih memerlukan penyesuaian untuk dapat diimplementasikan dalam perancangan tata letak. Beberapa keterbatasan yangterdapat pada model tersebut adalah hanyadapat bekerja dengan bentuk departemen segiempatdan penggunaan lahan berlebihan yang diakibatkan oleh asumsi bahwa setiap departemen tidak berdekatan letaknya.
Konsep Spacefilling Cun,es (SFC) dapat mengatasi keterbatasan tersebut dengan mengatur bentuk departemen secara fleksibel dalam setiap pertukaran sehingga tidakada lagi keterbatasan bentuk pada perancangan AAD. Konsep ini diterapkan dengan menggunakan algoritma genetic dalam penelitian Surya (2003). Pada penelitian tersebut digunakan metode penentuan ukuran dan jumlah grid yang memperhatikan fisibilitas penempatan mesin sekaligus menghindaripenggunaan lahan yang berlebihan. Penelitian tersebut menghasilkan perangkat lunak perancangan tata letak dengan output gambar rancangan AAD berupa susunan grid yang membentuk departemen dan masih memerlukan penyesuaian untuk dapat diimplementasikan. Model tersebutdikembangkan untuk kasus perancangan tata letak sehingga tidak menggunakan tata letak awal sebagai inputnya.
Pada penelitian ini dikembangkan suatu model perancangan AAD yang mampu mempertukarkan seluruh departemen tanpa keterbatasan bentuk, ukuran dan letaknya. Model yang dikembangkan menggunakan algoritma SA, yang dikembangkan dalam penelitian tugas, akhir Helmy(2003) dan konsep SFC yang digunakan dalam penelitian tugas akhir Surya (2003). Pengembanga nmodel dilakukan dengan menerapkan Konsep SFC sebagai pembentuk departemen padaalgoritma SA sebagai metode pencarian solusi. Pola kurva yang digunakan tidak dibatasi sehinggamodel diharapkan dapat menangkap tata letak awal dengan cukup baik sebagai masukannya Model yang dikembangkan diaplikasikan dalam perangkat pengolah gambar AutoCAD sehingga menghasilkan gambar rancangan AAD dalam ukuran griddan dapat langsung diimplementasikan maupun diolah lebih Jan jut menjadi gambar tata letak rinci.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2004).MODEL SIMULATED ANNEALING- CURVES UNTUK PERANCANGAN AREA ALLOCATION DIAGRAM. YANG DIAPLIKASIKAN DALAM·AUTOCAD ().Teknik Industri:FTI
Chicago Style
.MODEL SIMULATED ANNEALING- CURVES UNTUK PERANCANGAN AREA ALLOCATION DIAGRAM. YANG DIAPLIKASIKAN DALAM·AUTOCAD ().Teknik Industri:FTI,2004.Text
MLA Style
.MODEL SIMULATED ANNEALING- CURVES UNTUK PERANCANGAN AREA ALLOCATION DIAGRAM. YANG DIAPLIKASIKAN DALAM·AUTOCAD ().Teknik Industri:FTI,2004.Text
Turabian Style
.MODEL SIMULATED ANNEALING- CURVES UNTUK PERANCANGAN AREA ALLOCATION DIAGRAM. YANG DIAPLIKASIKAN DALAM·AUTOCAD ().Teknik Industri:FTI,2004.Text