// <![CDATA[USULAN PERBAIKAN MESIN PADA PEMBUATAN PROD UK PRESS ROLL MENGGUNAKAN TEKNIK POKE YOKE (Studi Kasus di CV.Sugih Mukti)]]> Ir Yanti Helianty, M.T Dosen Pembimbing 1 Arie Desrianty, S.T, M.T Dosen Pembimbing 2 NURLIANA SARI / 13-1998-078 Penulis
CV. Sugih Mukti merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri logam dan karet yang menghasilkan berbagai jenis produk dengan sistem job order. Produk yang dihasilkan berupa komponen-komponen mesin yang merupakan produk substitusi import. Persaingan dunia industri yang semakin ketal pada masa sekarang ini mewajibkan pihak perusahaan selaku produsen untuk memproduksi sesuai dengan spesifikasi dan keinginan pihak konsumen, sebab kepercayaan konsurnen merupakan pertahanan dan salah satu jalan terbaik untuk memantapkan pertumbuhan dan keuntungan dalam kondisi pasar yang sulit. Salah satu produk yang dihasilkan CV. Sugih Mukti adalah press roll, yang digunakan dalam industri tekstil untuk mengeringkan benang. Pada proses pembuatan produk press roll ini masih banyak ditemukan produk cacat yang relatif tinggi, sehingga pihak perusahaan menginginkan adanya perbaikan terhadap proses produksi pembuatan produk yang pada akhirnya akan menghasilkan produk press roll yang berkualitas yang dapat memenuhi keinginan konsumen. Banyaknya kegagalan yang terjadi menyebabkan perusahaan harus menambah biaya produksi akibat adanya biaya kegagalan kualitas yang jelek (Cost Of Poor Quality-COPQ). Poka Yoke adalah sebuah teknik untuk menghindari kesalahan sederhana yang dilakukan pekerja dalam bekerja. Poka Yoke mempunyai 3 fungsi dasar, yaitu menghentikan peketjaan (shutdown), mengontrol (control), dan peringatan (warning), sehingga kesalahan yang terjadi dapal dihindari dan tidak terulang untuk pekerjaan berikutnya. Berdasarkan perhitungan biaya kegagalan kualitas, diperoleh hasil bahwa cacat pada proses press memiliki biaya terbesar, sebab pada proses ini melibatkan dua bahan baku utama yang berbeda yaitu pipa besi dan lapisan karet. Jenis kegagalan yang terjadi pada proses press yaitu lapisan karet dan pipa besi tidak menyatu serta karet terlalu keras. Penyebab utana dari kedua jenis kegagalan ini adalah kondisi temperatur mesin yang tidak dapat dikontrol pekerja, hal ini disebabkan tidak adanya alat yang dapat menunjukkan temperatur sebenamya dari mesin press. Untuk mengontrol keadaan tersebut diusulkan adanya perbaikan terhadap sistem pengaturan temperatur dengan melakukan pcnambahan alat pengukur temperatur, sehingga pekerja dapat mengontrol temperatur mesin sesuai dengan kebutuhan dari produk press roll. Berdasarkan 3 fungsi dasar poka yoke, penambahan alat pada mesin press dapat digunakan sebagai pengontrol. Selain itu pada mcsin press juga dilakukan pemasangan system peringatan (waming) berupa lampu atau sirine yang akan memberi peringatan pada para peketja apabila tetjadi ketidaksesuaian temperatur. Tindakan pekerja apabila terjadi ketidaksesuaian adalah dengan segera melakukan penghentian keJja mesin press, sehingga untuk pekerjaan selanjutnya kesalahan serupa dapat dihindari.