MODEL PENJADWALAN JOB SHOP KELOMPOK MESIN PARALEL HETEROGEN MENGGUNAKAN ALGORITMA ANT COLONY SYSTEM (ACS) DENGAN KRJTERIA MINIMASI MAKESPAN
Penjadwalan job shop memiliki karakteristik sebagai penjadwalan n job pada m mesin. Setiap job memiliki routing (urutan mesin) masing-masing yang berbeda sehingga setiap job diproses pada urutan pekerjaan yang berbeda-beda (Baker, I 974 ). Telah banyak penelitian yang membahas masalah penjadwalan job shop dengan pendekatan heuristik diantaranya penelitian Taillard ( 1993) yang membahas masalah penjadwalan job shop menggunakan pendekatan tabu Search (TS), Satake et al. (1999) mengajukan pendekatan Simulated Annealing (SA) dan Zhou el at. (2001) mengembangkan pendekatan Genetik Algorithm (GA). Ketiga penelitian.'l tersebut menggunakan kriteria minimasi makespan. Penelitian lainnya adalah penelitian Zwaan & Marquez (1999) yang juga membahas penjadwalan job shop dengan pendekatan Ant Colony System (ACS), kriteria yang digunakan pada penelitian ini adalah minimasi makespan. Pada penelitian ini diasumsikan bahwa setiap stasiun kerja hanya dapat memproses satu job pada saat yang sama, karena di setiap stasiun kerja hanya terdapat satu mesin. Model ini selanjutnya dikembangkan oleh Luis et al. (2003) dengan asumsi bahwa setiap stasiun kerja terdiri dari beberapa mesin dengan kemampuan yang sama (homogen).
Pada kondisi nyata sebuah industri manufaktur bisa saja memiliki stasiun kerja dengan jumlah mesin pada setiap stasiun kerjanya lebih dari satu dengan kemampuan berbeda (heterogen). Penelitian yang membahas model penjadwalan job shop kelompok mesin heterogen dilakukan pula oleh Puryani (2003) dengan menggunakan pendekatan Branch and bound Like (BABL). Pada penelitian ini juga akan dikembangkan model penjadwalan job shop kelompok mesin paralel heterogen tetapi menggunakan pendekatan Ant Colony System (ACS). Kriteria dalam pengembangan ini adalah minimasi makespan. Perbedaan penelitian ini dengan penelitian Luis et al. adalah pada bagian matriks pheromone. Matriks pheromone pada mesin paralel heterogen akan memiliki sejumLah mesin dengan waktU operasi yang berbeda di setiap stasiun kerja.
Kemampuan dan perilaku model yang dikembangkan diuji dengan menggunakan tiga skenario. Solusi yang dihasilkan menunjukkan bahwa makespan yang diperoleh memberikan nilai makespan yang lebih kecil bila dibandingkan dengan penelitian yang dilakukan oleh Puryani (2003).
Detail Information
Citation
APA Style
. (2004).MODEL PENJADWALAN JOB SHOP KELOMPOK MESIN PARALEL HETEROGEN MENGGUNAKAN ALGORITMA ANT COLONY SYSTEM (ACS) DENGAN KRJTERIA MINIMASI MAKESPAN ().Teknik Industri:FTI
Chicago Style
.MODEL PENJADWALAN JOB SHOP KELOMPOK MESIN PARALEL HETEROGEN MENGGUNAKAN ALGORITMA ANT COLONY SYSTEM (ACS) DENGAN KRJTERIA MINIMASI MAKESPAN ().Teknik Industri:FTI,2004.Text
MLA Style
.MODEL PENJADWALAN JOB SHOP KELOMPOK MESIN PARALEL HETEROGEN MENGGUNAKAN ALGORITMA ANT COLONY SYSTEM (ACS) DENGAN KRJTERIA MINIMASI MAKESPAN ().Teknik Industri:FTI,2004.Text
Turabian Style
.MODEL PENJADWALAN JOB SHOP KELOMPOK MESIN PARALEL HETEROGEN MENGGUNAKAN ALGORITMA ANT COLONY SYSTEM (ACS) DENGAN KRJTERIA MINIMASI MAKESPAN ().Teknik Industri:FTI,2004.Text