STRATEGI PENGOPTIMALAN PERFORMANSI KERJA VAKSINATOR BERDASARKAN BEBAN KERJA MENTAL
Penelitian ini berlatar belakang kegiatan vaksinator saat pandemi Virus Covid-19 pada kegiatan vaksinasi secara massal, yang banyak diselenggarakan di berbagai kota dan lembaga. Banyaknya peserta vaksin mengakibatkan vaksinator dituntut bekerja cepat dengan ketelitian tinggi sehingga memerlukan konsentrasi tinggi dalam waktu yang panjang, dan berpotensi menimbulkan stres. Tuntutan tugas kognitif, stres, dan kelelahan yang memicu beban kerja mental mempengaruhi performansi kognitif vaksinator yang dilihat dari kecepatan kerja dan ketepatan dalam hal dosis carian vaksin. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk melihat pengaruh beban kerja mental vaksinator terhadap performansi saat mengambil cairan vaksin dari botol. Beban kerja mental dilihat melalui heart rate variability (HRV), kecepatan kerja dilihat dari kecepatan reaksi, sedangkan ketepatan kerja dengan melakukan simulasi pengambilan cairan menggunakan alat suntik. Hasil dari penelitian menunjukkan adanya hubungan antara beban kerja mental terhadap kecepatan reaksi dan ketepatan mengisi cairan pada tabung suntikan (p<0.005). Upaya yang dapat dilakukan untuk mengoptimalkan performansi kognitif adalah dengan mengatur jam waktu kerja-istirahat, sehingga dapat meminimalkan potensi kesalahan dalam pengambilan cairan vaksin.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2022).STRATEGI PENGOPTIMALAN PERFORMANSI KERJA VAKSINATOR BERDASARKAN BEBAN KERJA MENTAL ().Teknik Industri:FTI
Chicago Style
.STRATEGI PENGOPTIMALAN PERFORMANSI KERJA VAKSINATOR BERDASARKAN BEBAN KERJA MENTAL ().Teknik Industri:FTI,2022.Text
MLA Style
.STRATEGI PENGOPTIMALAN PERFORMANSI KERJA VAKSINATOR BERDASARKAN BEBAN KERJA MENTAL ().Teknik Industri:FTI,2022.Text
Turabian Style
.STRATEGI PENGOPTIMALAN PERFORMANSI KERJA VAKSINATOR BERDASARKAN BEBAN KERJA MENTAL ().Teknik Industri:FTI,2022.Text