<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="13860">
<titleInfo>
<title><![CDATA[USULAN PENERAPAN METODE SIX SIGMA UNTUK MENGURANGI JUMLAH CACAT PRODUK SNAIL GUIDE (Studi Kasus di CV. Sugih Mukti)]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Ir. Abu Bakar, MM</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Ir. Lisye Fitria., MT.</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Fitria Hastin H./13-1998-115</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penulis</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Teknik Industri]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[FTI]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2004]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[0]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[en]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[English]]></languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Text]]></form>
<extent><![CDATA[]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Persaingan duniai ndustri yang semakin ketat pada masa sekarang ini mewajibkan pihak perusahaan selaku produsen untuk memproduksi sesuai dengan spesifikasi dan keinginan pihak konsumen. CY. Sugih Mukti merupakan market leader dalam pembuatan produk snail guide yang memiliki kendala masih banyaknya ditemukan produk cacat yang relative tinggi sekitar I 0% hingga 15% yang ditemukan dalam proses pembuatan produk snail guide sehingga akan mengakibatkan munculnya biaya kegagalan kualitas yang jelek (Cost Of Poor Quality-COPQ). Untuk mengatasi permasalahan ini, CV. Sugih Mukti ingin mengetahui akar permasalahan penyebab terjadinya cacat produk serta besarnya biaya yang dikeluarkan akibat kegagalan produk yangterjadi yaitu biaya rework dan biaya scrap. 
Salah satu alatkendali untuk mengatasi permasalahan tersebut digunakan suatu metode peningkatan kualitas Six Sigma. Metode ini diambil mengingat berbagai kelebihan yang dimilikinya dibandingkan dengan metode peningkatan kualitas yang lain. Salah satunya yaitu dapat mengurangi variasi yang ada dalam setiap proses dengan cara menjaga jarak antara rata-ratavariasi proses dengan batas spesifikasi terdekat sebesar minimal 6 u. 
Dari pengumpulan data karakteristik jenis cacat pada proses pembuatan snail guide didapatkan lima jenis cacat yaitu cacat pada proses poles, roll, cleaning, hardchrome, dan blounir. Berdasarkan biaya kegagalan kualitasterbesar diperoleh bahwa cacat pada proses hardchrome memiliki biaya kegagalan kualitas terbesar. Sehingga untuk tahap perbaikan selanjutnya dilakukan pada proses hardchrome saja dalam upaya meminimasi jenis cacat tersebut sehingga bisa menaikkan nilai sigma dan menurunkan nilai DPMO (Defect Per Million Opportunities).
Setelah dilakukannya perhitungan didapatkan nilai DPMO sebesar 14.893 yang dapat diinterpretasikan bahwa dari sejuta kesempatan yang ada akan terdapat 14.893 kemungkinan bahwa proses produksi akan menghasilkan produk snail guide yang cacat. Dan nilai sigma yang diperoleh sebesar 3.68. Nilai sigma tersebut masih sangat rendah apabila dibandingkan dengan perusahaan kelas dunia yang berada pada level 5-6 sigma. Oleh karena itu perlu dicari akar permasalahan penyebab cacat pada proses hardchrome yaitu: hasil hardchrome tidak rata dan terjadinya kontak Listrik lebih dari satu kali. Setelah diketahuinya akar permasalahan utama penyebab cacat pada produk snail guide maka diusulkan rancangan perbaikan untuk meminimasi jumlah cacat produk yaitu dengan menggunakan metode FMEA (Failure Mode AndEffect Analysis). Berdasarkan nilai RPN terbesardidapatkan bahwa hasil hardchrome tidak rata memiliki nilai RPN terbesar yaitu 252. Maka usulan perbaikanyang diusulkan kepada pihak perusahaan adalah yang menitikberatkan pada perbaikan hasil hardchrome tidak rata. 
Usulan perbaikan pada hasil hardchromet idak rata dilakukan dengan tujuan untuk menurunkan persentase produk cacat dan biaya kegagalan kualitas pada pembuatan produk snail guide. Berikut ini adalah usulan perbaikan untuk cacat pada proses hasil hardchrome tidak rata:</note>
<classification><![CDATA[]]></classification><identifier type="isbn"><![CDATA[]]></identifier><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Open Source ETD System]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[509TI/04]]></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1"><![CDATA[509TI/04]]></numerationAndChronology>
<sublocation><![CDATA[]]></sublocation>
<shelfLocator><![CDATA[509TI/04]]></shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="13657" url="" path="/131998115_509TI.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[USULAN PENERAPAN METODE SIX SIGMA UNTUK MENGURANGIJUMLAHCACATPRODUK SNAIL GUIDE (Studi Kuus di CV. Sugih Mukti)]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[13860]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2022-12-30 13:49:36]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2023-07-13 10:05:28]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>