// <![CDATA[FORMULASI STRATEGI BISNIS PT. INTRASCO KILAT CARGO DALAM MENGHADAPI PERSAINGAN JASA TITIPAN DOMESTIK]]> Sugih Arijanto, S.T., M.M. Dosen Pembimbing 2 DR. Ir. Iwan Inrawan Wiratmadja Dosen Pembimbing 1 ARTHA MARDIAN / 131998 147 Penulis
Salah satu bidang usaha industri yaitu industri jasa pengiriman barang di Indonesia saat ini mengalami perkembangan yang pesat. Di Indonesia terdapat beragam jenis perusahaan yang bergerak dalam industri jasa pengiriman. Dari tahun ke tahun terjadi peningkatan jumlah perusahaan yang ingin menawarkan jasanya pada konsumen, baik itu konsumen yang berasal dari konsumen industri maupun konsumen perorangan. Hal ini menunjukkan bahwa industri jasa pengiriman di Indonesia memiliki prospek cerah sekaligus menunjukan persaingan yang ketat dalam industri jasa tersebut. PT. Intrasco Kilat Cargo sebagai salah satu perusahaan yang bergerak di bidang industri jasa titipan yang menawarkan berbagai produk jasa titipan tidak terlepas dari kondisi yang sama, dengan melihat situasi yang terjadi saat ini maka PT Intrasco Kilat Cargo harus segera melakukan perencanaan strategi perusahaan yang tepat agar dapat menghadapi persaingan yang ketat dalam bidang usaha jasa titipan sehingga perusahaan dapat memenuhi keinginan konsumen yang menginginkan pelayanan tepat waktu dengan harga yang sesuai. Langkah pertama dalam perencanaan strategis ini adalah melakukan penentuan faktor internal dan eksternal yang berpengaruh. Dalam menentukan faktor internal yang berpengaruh, dipilih pendekatan fungsional yang berkaitan dengan faktor-faktor sumber daya manusia, pemasaran, operasi dan keuangan. Keempat faktor internal tersebut yang akan menentukan keunggulan bersaing pada usaha jasa titipan untuk pasar domestik. Langkah selanjutnya menentukan posisi kompetitif relatif perusahaan dengan menggunakan matrik BCG. Dari matrik BCG dapat diketahui posisi perusahaan pada tahun 2001 dan tahun 2002 berada pada Question Mark, artinya perusahaan menghadapi masalah pangsa pasar yang rendah dan terjadi dalam kondisi pertumbuhan yang tinggi. Langkah selanjutnya melakukan analisis SWOT untuk mengetahui faktor-faktor kekuatan dan kelemahan perusahaan serta peluang dan ancaman yang berpengaruh terhadap posisi strategis perusahaan. Berikutnya melakukan perhitungan matrik Evaluasi Faktor Internal (EFI) dan Evaluasi Faktor Eksternal (EFE), Dari perhitungan matrik EFI-EFE diperoleh nilai EFI = 2,267, EFE = 2,347. Parameter tersebut kemudian digunakan dalam perhitungan matrik Internal-Eksternal (EI), dan diketahui bahwa posisi perusahaan saat ini berada pada posisi sel 5, yaitu "moderate attractive industry". Dari posisi tersebut diusulkan alternatif strategi pada perusahaan, yaitu strategi pertumbuhan dan stabilitas. Tahap selanjutnya adalah mengintegrasikan peluang dan ancaman di satu pihak dengan kekuatan dan kelemahan dipihak lain menjadi alternatif-alternatif strategi perusahaan dengan menggunakan matrik Pakal (SWOT), dan diperoleh 9 alternatif strategi. Ke-9 alternatif tersebut diuji ketepatannya berdasarkan kesesuaian, konsistensi, keunggulan dan kelayakan. Tahap selanjutnya adalah melakukan perhitungan Matrik Perencanaan Strategis Perusahaan (MPSK). Dari hasil perhitungan MPSK di dapat skor tertinggi yaitu 236 yang merupakan alternatif strategi terpilih, strategi tersebut adalah strategi memperluas pasar dengan cara menamball layanan keagenan/counter terutama di tempat-tempat strategis di Indonesia. Artinya perusahaan lebih memprioritaskan strategi tersebut dalam bersaing di industri jasa titipan domestik