// <![CDATA[PEMBENTUKAN MODEL DAN ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PERILAKU PETANI KAKAO MENGGUNAKAN METODE STRUCTURAL EQUATION MODELING (SEM) DAN PARTIAL LEAST SQUARE (PLS)]]> 0424116602 - Dwi Novirani ST., MT. Dosen Pembimbing 1 0408128205 - Intan Rahmatillah S.T., M.T. Dosen Pembimbing 2 FIKRI PRATAMA PUTRA/132018228 Penulis
Indonesia merupakan salah satu negara yang sebagian besar penduduknya berprofesi sebagai seorang petani, dan berbagai komoditas pertanian diperjualbelikan di pasar internasional, hal tersebut menjadi pemasukan dan devisa negara, salah satu komoditas yang memiliki banyak peminatnya adalah komoditas kakao, saat ini menduduki peringkat ke-6 sebagai negara penghasil biji kakao terbesar di dunia, hal ini dapat terlihat hampir keseluruhan provinsi yang ada di Indonesia memiliki perkebunan rakyat, termasuk daerah Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Kabupaten barang merupakan salah satu daerah sebagai penghasil biji kakao terbesar di Jawa Tengah, namun beberapa tahun kebelakang hasil produktivitas dari biji kakao tersebut mengalami penurunan, hal ini dapat disebabkan berbagai permasalahan di supply chain, salah satunya adalah perilaku kebiasaan para petani, perilaku para petani tersebut dapat mempengaruhi dari produktivitas kakao yang ada di Kabupaten Batang, sehingga dilakukannya penelitian faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi perilaku kebiasaan para petani tersebut, lalu dikembangkan model dari faktor-faktor yang telah ditemukan, dari hasil pengolahan data menggunakan metode Structural Equation Modeling (SEM) dan Partial Least Square (PLS), didapat bahwa 4 faktor yang diteliti memiliki pengaruh langsung terhadap pembentukan perilaku petani Kakao, yang paling mempengaruhi terjadinya pembentukan perilaku para petani tersebut adalah faktor produktivitas pertaniam dengan nilai signifikansi 13.700, dan yang paling kecil memiliki nilai signifikasi adalah faktor kesehatan.