// <![CDATA[ANALISIS FAKTOR-FAKTOR DALAM MODEL SUSTAINABILITY AGROINDUSTRI KAKAO MENGGUNAKAN STRUCTURAL EQUATION MODELING – PARTIAL LEAST SQUARE (SEM-PLS)]]> 0424116602 - Dwi Novirani ST., MT. Dosen Pembimbing 1 0408128205 - Intan Rahmatillah S.T., M.T. Dosen Pembimbing 2 Alvin Irawan/132018237 Penulis
Indonesia merupakan negara agraris yang mayoritas penduduknya adalah petani. Sektor pertanian memiliki peran yang sangat penting untuk perekonomian di Indonesia, hal tersebut dapat ditinjau dari kontribusi sektor pertanian pada Produk Domestik Bruto. Salah satu komoditas pertanian yang memberikan kontribusi besar yaitu komoditas kakao. Saat ini Indonesia menduduki peringkat ke-6 sebagai negara penghasil kakao terbesar di dunia, salah satu daerah penghasil kakao di pulau jawa yaitu Kabupaten Batang yang berada di Jawa Tengah. Kabupaten Batang merupakan daerah penghasil biji kakao terbesar di Jawa Tengah. Hasil produksi kakao di Kabupaten Batang dalam beberapa tahun kebelakang mengalami penurunan yang signifikan. Ditinjau dari agroindustri kakao berkelanjutan yang memiliki 3 aspek yaitu ekonomi, sosial, dan lingkungan. Maka dilakukan penelitian dalam rangka untuk menunjang peningkatan pembangunan agroindustri pada biji kakao di Indonesia, perlu diketahui faktor-faktor yang mempengaruhi peningkatan kinerja agroindustri kakao berkelanjutan yang digolongkan dalam 3 aspek yaitu aspek ekonomi, aspek lingkungan, dan aspek sosial dengan menggunakan metode SEM-PLS atau structural equation modelling – partial least square untuk mengetahui seberapa besar pengaruh ketiga aspek berkelanjutan. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa faktor lingkungan menjadi aspek paling berpengaruh terhadap agroindustri berkelanjutan di Kabupaten Batang dengan nilai 0,603.