PRODUKSI BIOETHANOL DARI KULIT PISANG TANDUK MELALUI PROSES HIDROLISIS DAN FERMENTASI SECARA BATCH
Pisang tanduk merupakan salah satu jenis pisang yang cukup banyak dikonsumsi di kalangan masyarakat. Pisang tanduk dapat dikonsumsi secara langsung atau diolah terlebih dahulu untuk dijadikan sebagai makanan tertentu. Pemanfaatan pisang tanduk yang banyak membuat limbah kulit pisang tanduk yang dihasilkan banyak juga. Dalam satu buah pisang tanduk, bagian dari kulit pisangnya sebanyak 31,81%. Selama ini kulit pisang hanya merupakan limbah tetapi sebenarnya bisa diolah menjadi produk yang bermanfaat, salah satunya bisa diolah menjadi bioetanol karena kulit pisang memiliki kandungan karbohidrat berupa lignoselulosa yang dapat didegradasi menjadi bentuk glukosa sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan bioetanol. Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk memproduksi bioetanol dari kulit pisang tanduk dengan menggunakan metode fermentasi secara batch. Sedangkan tujuan khusus dari penelitian ini yaitu menentukan nilai konsentrasi asam terbaik dan temperatur hidrolisis terbaik pada proses hidrolisis asam dan waktu hidrolisis terbaik pada hidrolisis enzimatis dari kulit pisang tanduk berdasarkan nilai glukosa yang diperoleh Penelitian ini dilakukan menggunakan batch fermentor. Bahan yang digunakan adalah kulit pisang tanduk yang terlebih dahulu dihidrolisis menjadi glukosa. Jenis asam yang digunakan pada hidrolisis asam yaitu H2SO4 dengan konsentrasi asam 2%, 6%, 10% dan 12%. Temperatur yang digunakan pada hidrolisis asam divariasikan dan temperatur hidrolisis enzimatis yaitu 35°C. Waktu yang diperlukan untuk hidrolisis asam divariasikan dan untuk hidrolisis enzimatis jenis mikroorganisme yang digunakan yaitu Trichoderma reseii, sedangkan mikroorganisme untuk proses fermentasi menggunakan ragi jenis Saccharomyces Cereviciae. Berdaarkan dari penelitian didapatkan konsentrasi glukosa dari hasil hidrolisis asam terbaik sebesar 0,2240 g/mL yaitu pada hidrolisis asam dengan konsentrasi asam 12%, waktu 90 menit dan temperatur 100°C. % yield glukosa terhadap massa kulit pisang tanduk kering sebesar 53,04% dan %yield glukosa terhadap massa kulit
vi
pisang tanduk basah sebesar 8,75%. Pada Fermentasi dilakukan pada batch fermentor. Fermentasi menggunakan glukosa umpan dari hasil hidrolisis asam terbaik dengan konsentrasi sebesar 0,2240 g/mL dan perolehan konsentrasi bioethanol sebesar 19,32% v/v. % yield bioethanol terhadap glukosa terkonsumsi sebesar 22,79%, %yield bioethanol terhadap massa kulit pisang tanduk kering sebesar 2,89%, % yield bioethanol terhadap massa kulit pisang tanduk basah sebesar 0,48%.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2022).PRODUKSI BIOETHANOL DARI KULIT PISANG TANDUK MELALUI PROSES HIDROLISIS DAN FERMENTASI SECARA BATCH ().Teknik Kimia:FTI
Chicago Style
.PRODUKSI BIOETHANOL DARI KULIT PISANG TANDUK MELALUI PROSES HIDROLISIS DAN FERMENTASI SECARA BATCH ().Teknik Kimia:FTI,2022.Text
MLA Style
.PRODUKSI BIOETHANOL DARI KULIT PISANG TANDUK MELALUI PROSES HIDROLISIS DAN FERMENTASI SECARA BATCH ().Teknik Kimia:FTI,2022.Text
Turabian Style
.PRODUKSI BIOETHANOL DARI KULIT PISANG TANDUK MELALUI PROSES HIDROLISIS DAN FERMENTASI SECARA BATCH ().Teknik Kimia:FTI,2022.Text