USULAN PENGENDALIAN PERSEDIAAN SEMEN PORTLAND TYPE I TERINTEGRASI PADA DUA RANT AI ESELONDENGAN MENGGUNAKAN MODEL Q (Studi Kasus Pada PT. Semen Padang)
PT. Semen Padang memproduksi sejumlah tipe semen untuk berbagai keperluan, yaitu Portland Cement type I. II, IV. V. Super Masonry Cement, Oil Well Cement dan Portland Pozzolan Cement . Meningkatnya permintaan akan semen Portland type I di wilayah DKI Jakarta memerlukan suatu penanganan akan persediaan agar pasokan semen di wilayah ini tidak terputus. Packing plant Tanjung Priok sebagai distributor wilayah menjaga ketersediaan produk semen eli wilayah DKI Jakarta. Distributor wilayah harus dapat melakukan perencanaan yang tepat untuk menjaga ketersediaan produk di pasaran.. Tingginya permintaan yang harus dipenuhi dan terdapatnya keterbatasan sumber daya, maka perlu diatur suatu ukuran lot pemesanan, safety stock. re-order point dan frekuensi pemesanan baik pada distributor maupun distributor wilayah. Sehingga dapat meminimasi biaya operasional.
Packing Plant Tanjung Priok merupakan eselon distributor wilayah. Sebagai distributor wilayah, packing plant Tanjung Priok berfungsi menampung semen portland tipe I yang berasal dari PT. Semen Padang yang berada di lndarung, dan memasok produk kepada distributor distributor yang berada di wilayah DKI Jakarta. Distributor merupakan unit pelayanan distribusi yang berfungsi untuk melayani konsumen dan mengelola pasokan semen yang berasal dari distributor wilayah. Dalam penelitian ini dilakukan kajian hanya terhadap model integrasi dua eselon. Penelitian hanya dilakukan pada eselon distributor wilayah Tanjung priuk dan distributor-distributor yang berada di wilayah DKI Jakarta. Dengan perencanaan produksi dan distribusi dalam model ini dilakukan secara terpadu dan terkoordinasi oleh distributor wilayah Tanjung Priuk, sehingga diharapkan dapat memenuhi permintaan tepat pada waktunya dan dapat memberikan total biaya operasi yang minimum.
Berdasarkan hasil yang diperoleh dianalisis maka diperoleh kesimpulan sebagai berikut: Pada eselon distributor wilayah diperoleh ukuran lot pemesanan optimal (Qnw) adalah sebesar 134.368,45 ton. Sedangkan tingkatan persediaan maksimum sebesar J 4.889,45 ton berarti distributor wilayah Tanjung Priuk baru akan melakukan pemesanan apabila tingkat persedia.an mencapai aoagka 14.889,45 ton. Sedangkan safety stock sebesar 10.837.04 ton. Pada eselon ini ukuran lot pemesanan optimal (Q0 ) adalah sebesar 134.368,45 ton. Dengan diketahuinya nilai (Q") ini dapat dihitung nilai waktu siklus tunggal. Hasil waktu siklus tunggal adalah sebesar 0.28 tahun atau sebesar 103 hari. Artinya dengan waktu siklus tunggal selama I 03 hari distributor wilayah Tanjung Priuk akan memesan sebesar 134.368,45 ton.
Detail Information
Bagian
Informasi
Pengarang
ARIMEIRISKI AMRUL / 13-1999-030 - Personal Name
No. Panggil
549TI/04
Subyek
Fakultas
Tahun Terbit
Jurusan
Deskripsi Fisik
Info Detil Spesifik
Citation
APA Style
. ().USULAN PENGENDALIAN PERSEDIAAN SEMEN PORTLAND TYPE I TERINTEGRASI PADA DUA RANT AI ESELONDENGAN MENGGUNAKAN MODEL Q (Studi Kasus Pada PT. Semen Padang) ().:
Chicago Style
.USULAN PENGENDALIAN PERSEDIAAN SEMEN PORTLAND TYPE I TERINTEGRASI PADA DUA RANT AI ESELONDENGAN MENGGUNAKAN MODEL Q (Studi Kasus Pada PT. Semen Padang) ().:,.Text
MLA Style
.USULAN PENGENDALIAN PERSEDIAAN SEMEN PORTLAND TYPE I TERINTEGRASI PADA DUA RANT AI ESELONDENGAN MENGGUNAKAN MODEL Q (Studi Kasus Pada PT. Semen Padang) ().:,.Text
Turabian Style
.USULAN PENGENDALIAN PERSEDIAAN SEMEN PORTLAND TYPE I TERINTEGRASI PADA DUA RANT AI ESELONDENGAN MENGGUNAKAN MODEL Q (Studi Kasus Pada PT. Semen Padang) ().:,.Text