// <![CDATA[UPGRADING PRODUK GASIFIKASI TEMPURUNG KELAPA MENJADI BAHAN BAKAR CAIR MELALUI PROSES CATALYTIC CRACKING DENGAN KATALIS ZEOLIT ALAM YANG DIAKTIVASI]]> 0402078903 - Yuono, S.T., M.T. Dosen Pembimbing 1 SEPTIANA SYFA FATHARANI/142018011 Penulis NAVIRA FAJRIANI/142018023 Penulis
Limbah tempurung kelapa yang diolah dengan proses gasifikasi dapat menghasilkan syngas dan beberapa produk samping seperti ash, tar dan arang. Hasil dari proses gasifikasi ini dapat ditingkatkan sehingga menghasilkan bahan bakar. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan catalytic cracking. Proses ini dilakukan dengan menggunakan fixed bed reactor dan dengan bantuan katalis alam berupa zeolit alam. Zeolit alam terlebih dahulu diaktivasi dengan metode asam menggunakan HCl 4N. Setelah itu dikalsinasi pada temperatur 600°C selama 2 jam sebelum digunakan dalam proses cracking. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh rasio jumlah katalis zeolit alam terhadap kualitas dan jenis bahan bakar yang dihasilkan. Hasil analisis proksimat yang telah dilakukan pada tar tempurung kelapa adalah moisture in air dried sample 3,54%, ash 4,03%, volatile matter 73,02% dan fixed carbon 19,41%. Hasil analisis ultimat pada tar tempurung kelapa adalah C 65,16%, H 6,81%, N 3,65%, S 0,38% dan O 19,97%. Hasil uji GCMS untuk produk cair dengan variasi rasio massa katalis terhadap massa umpan sebesar 50% adalah didapatkan komponen acetic acid konsentrasi 7,22%, phenol konsentrasi 5,91% dan phenol, 2-Metoxy konsentrasi 7,19%. Kemudian untuk hasil uji GCMS untuk produk cair dengan variasi rasio massa katalis terhadap massa umpan sebesar 60% adalah didapatkan komponen 2-Propanone konsentrasi 2,08%, Acetic acid, methyl ester konsentrasi 1,57%, Acetic acid konsentrasi 5,86%, 2-Furancarboxaldehyde konsentrasi 6,14%, Phenol konsentrasi 5,55% dan Phenol, 2-methoxy konsentrasi 6,93%.