// <![CDATA[USULAN PERBAIKAN RANCANGAN STASIUN KERJA BOR DI PT. HAJAR SAPUTRA BERDASARKAN PRINSIP-PRINSIP ERGONOMI]]> Arie Desrianty, ST., MT. Dosen Pembimbing 2 0428096602 - Ir. Yanti Helianty, MT Dosen Pembimbing 1 JOSEPH MELIALA / 13.1999.032 Penulis
Rancangan suatu stasiun kerja yang baik sangat menentukan keberhasilan suatu perusahaan dalam mencapai tujuannya Meskipun pada kenyataannya tidak ada suatu stasiun kerja yang sempurna, tetapi selalu ada yang lebih baik. Pembuatan bak karoseri PT. Hajar Saputra, melalui beberapa proses yaitu pemotongan bahan, pemboran bahan, pengelasan bahan, perakitan bahan dan pengecatan. Mayoritas proses pengerjaan bahan di PT. HaJar Saputra dilakukan dalam posisi berjongkok. Posisi kerja berjongkok ini akan mengakibatkan tekanan pada tulang belakang, sehingga pada posisi jongkok ini operator akan lebih cepat merasa lelah (Grandjean, 1993). Hal ini menyebabkan operator akan lebih sering beristirahat dan akhirnya akan mengakibatkan berkurangnya produktivitas kerja (Manuaba, 1992a ; Manuaba 1992b) Selain daripada itu sikap tubuh yang buruk jika terlalu lama dipertahankan akan menimbulkan efek negatif terhadap kesehatan pekerja. Penelitian ini dilakukan pada stasiun kerja bor karena pemboran bahan yang dilakukan pada stasiun kerja bor adalah proses yang membutuhkan waktu kerja yang paling lama dari semua proses pengerjaan bahan yang ada di PT. Hajar saputra. Oleh sebab itu operator stasiun kerja bor harus mengalami posisi berjongkok paling lama jika dibandingkan dengan operator stasiun kerja lainnya Hal ini mengakibatkan tekanan pada tulang belakang operator stasiun kerja bor lebih besar dan operator stasiun kerja lainnya., sehingga operator stasiun kerja bor memiliki resiko paling besar mengalami cedera jika dibandingkan dengan stasiun kerja lainnya Untuk mencegah terjadinya cedera pada operator dan untuk meningkatkan kenyamanan operator dalam melakukan kerja, maka dilakukan evaluasi terhadap fasilitas dan lingkungan fisik pada stasiun kerJa berdasarkan prinsip-prinsip ergonomic. Setelah dilakukan evaluasi terhadap stasiun kerja bor yang ada pada saat ini maka perbaikan yang diusulkan terhadap stastun kerja bor adalah - Menghilangkan posisi kerja berjongkok dari operator dan menggantikannya dengan posisi kerja berdiri. - Meninggikan permukaan meja kerja menjadi 95 cm, sehingga operator bekerja dalam posisi berdiri. Tingga dari meja tempat pengambilan benda kerja dan landasan mesin bor disesuaikan dengan tinggi permukaan meja kerja yang diusulkan. - Menghilangkan gerakan memutar panggang yang dilakukan operator pada saat mengambil benda kerja dari meja tempat penyimpanan benda kerja menjadi berjalan satu langkah. - Pencahayaan yang ada saat ini mas1h kurang, untuk mengatasi hal tersebut diusulkan untuk menambah penerangan dengan menggunakan lampu fluoresense portable sebesar JSW. - Untuk memperoleh temperatur yang nyaman untuk bekerja, maka diusulkan untuk menyediakan kipas angin portable yang berguna untuk memperlancar sirkulasi udara pada stasiun kerja bor. - Tingkat kebisingan yang ada pada stasiun kerja bor pada saat ni masih berada di bawah nilai ambang batas yang ditetapkan. Usulan rancangan fasihtas kerja dan lingkungan fisik pada stasiun kerja bor ini diharapkan dapat diterapkan agar operator dapat bekerja dengan lebah efektif, nyaman, aman, sehat dan efisien sesuai dengan tujuan dari tlmu ergonomi yang dicoba untuk diterapkan dalam penelitaan ini.