// <![CDATA[PEMBUATAN SIRUP GLUKOSA DENGAN PROSES HIDROLISIS ASAM DARI UMBI KIMPUL, GADUNG DAN BENGKUANG]]> 0412026704 Dr. Ir. Maya Ramadianti Musadi., MT. Dosen Pembimbing 1 SILVY NOVIYANA ROSYA/142018033 Penulis ZIDAN ZIAUL ISLAM/142018027 Penulis
Gula merupakan salah satu bahan pemanis ynag menjadi kebutuhan pokok masyarakat di Indonesia. Saat ini, tebu menjadi bahan baku pembuatan gula terbesar. Pada penelitian ini, pembuatan gula dalam bentuk sirup glukosa menggunakan alternative lain yaitu dengan pati dari umbi kimpul, gadung dan bengkuang. Percobaan yang akan dilakukan diklasifikasikan berdasarkan 3 tahapan diantaranya, tahapan perlakuan awal, tahapan hidrolisi, dan tahapan analisis. Tahap perlakuan awal dilakukan untuk mendapatkan sirup glukosa yang diinginkan, kemudian tahap analisis dilakukan untuk mengetahui kualitas dan baku mutu dari sirup glukosan yang di produksi. Hasil penelitian menunjukan umbi kimpul, gadung dna bengkuang dapat dijadikan alternative sebagai bahan baku pembuatan sirup glukosa dengan indikasi tingginya nilai kadar gula pereduksi yang sesuai dengan SNI yaitu diatas 30%. Pada tahapan analisis % Brix tertinggi didapat pada pati bengkuang dengan variasi asam HCI 5% temperature 100 oC, sedangkan % Bric terendah terdapat pada pati kimpul dengan variasi asam HCI 3% temperature 80 oC. Analisis pati kualitatif menunjukan bahwa hamper smeua sampel sirup glukosan (+) positif mengandung karbohidrat kompleks monomer (Glukosa), sedangkan sampel (Gadung T 90 oC variasi asam HCI 3%) berwarna merah bata, hal ini mengindikasikan bahwa sampel tersebut secara kualitatif terbaca mengandung dekstrin. % Rendemen tertinggi didapat pada pati kimpul dengan variasi asam HCI 3% temperature 100 oC, sedangkan % Rendemen terendah terdapat pada pati gadung dengan variasi asam HCI 3% temperature 80 oC. % kadar air tertinggi didapat pada pati bengkuang dengan variasi asam HCI 3% temperature 90 oC, sedangkan % kadar air terendah terdapat pada pati gadung dengan variasi asam HCI 5% temperature 100 oC.