// <![CDATA[RANCANGANPERBAUKANFAS~ITASKERJADAN TATA LETAK DI STASIUN KERJA PERAKITAN SEPATU WALKER]]> Ir. Yuniar, M.T Dosen Pembimbing 1 Arie Desrianty, ST., MT. Dosen Pembimbing 2 NELSI EKAPRASETIANI / 13-1999-061 Penulis
Stasiunkerja perakitan sepatu Walker terdiriatas beberapa bagian proses, yaitu: bagian penggambaran dan pemotongan pola, insole. kain lapis, kertas ujung, bagian pemasangan kulit muka pada ceta.kan sepatu, bagian pencucian soL bagian pemasangan sol pada cetakan sepatu. Bagian pengepresan, dan bagian plc pesan sepatu. Kondisidi stasiun kerja pcrakitan sepatu saatini kurang memadai yaitu penempatan fasilitas kerja tidak teraturdan tersebar (tidak dalam satu area minimum) schingga pekerja banyak melakukan pcrpindahan material (material handling), posisi pekerja yang tidak nyaman, dan penempatan peralatan kerja yang tidak teratur. Dalam penelitian ini akan diusulkan rancangan fasilitas kerja dan tata letak di stasiun kerja perakitan sepatu. Fasilitas kerjayang akan dirancang adalah berupa kursi kerja, meja penggambaran dan pemotongan,meja dan rak perakitan, rak penyimpanan cetakan sepatu, dan meja penyimpanan sepatu di bagian pengepresan di stasiun kerja perakitan sepatu beserta tata letak fasilitas kerja dan penempatan peralatan kerjanya. Berikut ini adalah dimensi meja kerja yang telah dirancang. Hasil pembuatan peta tangan kiri dan tangan kanan menunjukkan bahwa penempatan peralatan kerja menghasilkan waktu siklus sebesar I 063,694 detik/pasang sepatu. Dari hasil pembuatan peta aliran proses menunjukkan jarak total yang ditempuh oleh pekerja dengan tata letak kondisi awal adalah 191,918 m. sedangkan untuk tata letak kondisi usulan untuk pekerja 1,2,3, dan 4 adalah 71,856;66,185;86,212; dan 102,672 m. Rancangan tata letak fasilitas kerja usu lan memiliki jarak tempuh total yang kbih pendek dibanding rancangan tata letak fasilitas kerja awal. Hal ini membuktikan bahwa rancangan tata letak fasilitas kerja usulan lebih baik daripada rancangan tata letak fasilitas kerja awal.