// <![CDATA[USULAN PENINGKATAN KUALITAS LAYANAN JASA KERETA API P ARAHY ANGAN JURUSAN BANDUNG-JAKART A (Studi Kasus di PT. Kereta Api (Persero)- Bandung)]]> Ir. Abu Bakar, MM. Dosen Pembimbing 1 Hendang Setyo R., ST., MT. Dosen Pembimbing 2 Risa Pantiwi/13-1999-064 Penulis
Dewasa ini, perkembangan jasa transp011asi sangat menggeDewasa ini, perkembangan jasa transportasi sangat menggembirakan, terlihat dari banyaknya sarana transportasi ya.tg dapat melayani penumpang ke tempat tujuan yang dikehendaki, baik melalui darat, laut maupun udara. Salah satu alat transportasi darat diantaranya adalah kereta api. Perkeretaapian di Indonesia berada di bawah pengawasan PT. Kereta Api (Persero). Keberadaannya memiliki peranan yang cukup penting bagi negara untuk turut set1a melaksanakan dan menunjang kebijaksanaan pemerintah di bidang ekonomi dan pembangunan nasional khususnya di bidang transportasi. Salah satu jasa yang ditawarkan PT. Kereta Api (Persero) adalah jasa angkutan· penumpang untuk jurusan Bandung-Jakarta (pp). Jalur ini dapat dilaya.1i oleh KA Parahyangan dimana untuk Parahyangan ada dua kelas yaitu eksekutif dan bisnis. Tugas akhir ini mengambil tema utama aplikasi model servqual dalam menilai suatu kualitas jasa. Studi kasusnya adalah penilaian kualitas jasa Kereta Api parahyangan kelas bisnis jurusan Bandung-Jakarta oleh pelanggan dan pihak manajemennya dengan menggunakan gap I (kesenjangan antara persepsi manajemen dan ekspektasi konsumen) dan gap 5 (kesenjangan antara persepsi konsumen dan ekspektasi konsumen). Servqual adalah metode penilaian kualitas Jasa yang dikembangkan oleh Zeithaml, dkk. Secara garis besar ada lima dimensi yang menentukan dalam penil,lian kualitas jasa, yaitu tangible, re!tabiliO'· responsiveness, empathy, dan u.uurance. Dimensi-dimensi tersebut kemudian dikembangkan menjadi elemen- elemen yang selanjutnya dijabarkan dalam. item-item pernyataan. Dimensi assurance terdiri dari elemen competence, courtesy, dan security. Dimensi empathy terdiri dari elemen access. communication, dan understanding 1t1e customer. Berdasarkan hasil perhitungan didapatkan bahwa pada dimensi tangible dan dimensi empathy, pihak manajemen belum sepenuhnya memahami harapan konsumen akan tetapi jasa layanan yang diterima konsumen belum sepenuhnya memenuhi harapannya. Pada dimensi reliability(V dan responsiveness, pihak manajemen bdwn sepenuhnya memahami harapan konsumen dan jasa layanan yang diterima konsumen belum sepenuhnya memenuhi harapannya. Pada dimensi assurance, pihak manajemen telah memahami harapan konsumen dan jasa layanan yang diterima konsumen telah memenuhi harapannya. Adapun urutan perbaikan berdasarkan gap 5 ini adalah kesesuaian waktu keberangkatan dan kedatangan KA Parahyangan dengan yang tertera pada tiket, keadaan udara di dalam KA Parahyangan kelas bisnis tidak bau dan tidak panas, kesigapan dan kecekatan petugas dalam memberikan layanan, kemudahan petugas untuk dihubungi penumpang, dan keramahan, kesopanan, kejujuran petugas dalam melayani penumpang