// <![CDATA[Pengaruh Rasio Katalis Terhadap Massa Bahan Baku Pada Proses Gasifikasi Sekam Padi Menjadi Bahan Bakar Melalui Catalytic Cracking dengan Menggunakan Katalis Zeolit Alam yang Diaktivasi]]> 0402078903 - Yuono, S.T., M.T. Dosen Pembimbing 1 ZALVA NABILLLA AD DIENI/142018058 Penulis ELFRIDA JUNITA MARSAULI BR SIREGAR/142018063 Penulis
Pada proses gasifikasi limbah sekam padi menghasilkan produk samping berupa tar. Tar mengandung berbagai jenis hidrokarbon dan memiliki struktur yang mirip dengan struktur minyak bumi, maka dari itu tar memungkinkan untuk diolah lebih lanjut menjadi bahan bakar melalui cracking. Untuk mengurangi energi aktivitas digunakan katalis untuk melakukan perengkahan (cracking). Katalis yang digunakan adalah zeolit alam yang diaktivasi secara asam. Aktivasi katalis zeolit dilakukan dengan asam HCl dan dilakukan analisis AAS (atomic absorption spectroscopy) menghasilkan nilai kamdungan alumina sebesar 5,51 mg/kg dan kandungan silikat sebesar 34,50 mg/kg. Proses catalytic cracking ini menggunakan reaktor berjeniskan fixed bed. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh jumlah katalis yang digunakan untuk menghasilkan bahan bakar. Reaksi cracking dilakukan pada temperatur 600°C dengan lama waktu reaksi selama 30 menit. Dengan variasi jumlah katalis 0%, 10%, 25%, 40%, 50%, 60%, 65%, 75%, 80%, 90, 95% dan 100% dari massa umpan tar. Hasil analisis tar sekam padi menunjukkan adanya karbon sebesar 65,82% yang berpotensi menjadi bahan bakar. Data yang didapatkan berdasarkan nilai densitas, warna, uji bakar dan volume produk yang dihasilkan, maka hasil produk yang berpotensi mendekati menjadi bahan bakar cair adalah pada variasi %rasio Zeolit 65% yakni bahan bakar cair solar.