// <![CDATA[RANCANGAN TABEL MAYNARD OPERATION SEQUENCE TECHNIQUE (MOST) UNTUK PEKERJA INDONESIA (STUDI KASUS DI PT. CALTEX PACIFIC INDONESIA)]]> Ir. Yuniar, M.T Dosen Pembimbing 1 Caecillia S. W., Ir., M.T. Dosen Pembimbing 2 Junio Kurniawan / 13 1999 066 Penulis
Studi gerakan merupakan salah satu cara untuk menganalisis dan mengukur waktu elemen-elemen gerakan sehingga dapat diketahui waktu penyelesaian suatu pekerjaan. Salah satu metode untuk mengukur waktu gerakan adalah Metode MOST (Maynard Operation Squence Technique). Metode MOST yang dikembangkan oleh Kjell B. Zandin ( 1980), merupakan teknik pengu!.uran waktu berdasarkan kondisi pekerja asing, sehingga metode itu perlu disesuaikan untuk kondisi pekerja Indonesia. Metode MOST untuk pekerja Indonesia telah dikembangkan oleh Suryadi dan Sutalaksana (2000), berdasarkan pengukuran waktu pada pekerja di PT. IPTN. Kelemahan Metode MOST berdasarkan pekerja di PT. rPTN adalah penentuan nilai faktor penyesuaian menggunakan Metode Westighouse. Berdasarkan penelitian yang dilakukan Gustomo (2000), menyatakan bahwa Metode Westinghouse Modifikasi merupakan metode yang digunakan untuk menentukan nilai penyesuaian terhadap pekerja Indonesia berdasarkan persepsi orang Indonesia. Oleh karena itu penelitian ini melakukan pengembangan Metode MOST dengan menerapkan Metode Wesitnghouse Modifikasi untuk pekerja Indonesia berdasarkan data waktu gerakan pada pekerja stasiun perawatan Mesin Welding Tipe Shield-Arc 400AS-50 di PT. Caltex Pacific Indonesia. Pada penelitian ini dilakukan perhitungan waktu normal setiap elemen gerakan untuk menghasilkan Tabel MOST berdasarkan data pekerja di PT. Caltex Pacific Indonesia. Adapun data yang diarnbil berdasarkan objek pengamatan adalah uraian elemen-elemen pekerjaan beserta waktu normal untuk setiap elemen pekerjaan. Waktu normal elemen-elemen pekerjaan diperoleh berdasarkan penentuan nilai faktor penyesuaian menggunakan Metode Westinghouse Modifikasi. Setelah itu dilanjutkan perhitungan dengan menggunakan persamaan tinier untuk mendapatkan waktu normal elemen-elemen gerakan. Berdasarkan hasil penelitian, maka diperoleh sebanyak 54 jenis elemen gerakan berdasarkan Tabel MOSTKjell B. Zandin. Hasil analisis perbandingan an tara Tabel MOST Kjell B. Zandin dengan Tabel MOST di PT. Caltex Pacific Indonesia, menunjukkan bahwa terdapat 34 dari 54 elemen gerakan mempunyai waktu normal yang sama, dan 20 elemen gerakan Jainnya mempunyai waktu normal yang berbeda. Sedangkan perbandingan antara Tabel MOST di PT. IPTN dengan Tabel MOST di PT. Caltex Pacific Indonesia, menunjukkan bahwa terdapat 10 elemen gerakan yang beririsan mempunyai waktu normal yang sama, sedangkan 17 elemen gerakan yang beririsan mempunyai waktu normal yang berbeda.