// <![CDATA[Penjadwalan Drum Buffer Rope Pada Sistem Manufaktur MTO Dengan Sistem Produksi Job Shop N Job M Mesin]]> Hendro Prassetiyo, S.T, M.T Dosen Pembimbing 2 Ir. Abu Bakar Dosen Pembimbing 1 Diyan Nurdiawan / 13-1999-07 6 Penulis
PT. Baninusa indonesia merupakan perusahaan manufaktur yang memproduksi komponen mobil, motor, dan mesin-mesin industri. Sistem produksi yang digunakan adalah job shop, dengan jumlah mesin pada stasiun kerja yang variatif. Permasalahan yang terjadi di lantai produksi adalah menumpuknya Work In Process (WIP) pada beberapa stasiun kerja karena tidak adanya keselarasan dan kelancaran laju produksi eli tiap stasiun kerja. Ketidakselarasan dan ketidaklancaran laju produksi disebabkan adanya stasiun kerja kritis karena beban operasi yang tinggi sehingga muncul sebagai stasiun kerja pembatas dalam lantai produksi, selain itu terdapat beberapa mesin dengan umur yang cukup tua sehingga perlu dilakukan perbaikan mesin untuk melakukan proses operasi. Hal tersebut mengakibatkan terganggunya penjadwalan proses produksi di PT. Baninusa Indonesia, sehingga terjadi ketidaksesuaian waktu penyelesaian produk dalam jadwal produksi dan keterlambatan pengiriman produk kepada konsumen. Untuk mengatasi permasalahan di lantai pabrik PT. Baninusa Indonesia diperlukan penjadwalan yang dapat menjaga kehandalan dalam pengiriman produk kepada konsumen dengan kendala yang dimiliki PT. Baninusa Indonesia. Metoda penjadwalan dengan menggunakan pendekatan drum buffer rope merupakan suatu metoda penjadwalan yang menekankan pada pengelolaan sumber atau stasiun kerja yang menjadi pembatas, yaitu dengan menemukan stasiun pembatas, meningkatkan performansi dan utilitas dari sumber pembatas tersebut, serta menjadikan sumber pembatas tersebut sebagai acuan laju produksi untuk keseluruhan sistem produksi. Penjadwalan drum buffer rope ini mengikutsertakan kapasitas/keadaan lantai pabrik dan memperhitungkan stasiun kerja yang menjadi stasiun kerja pembatas (kritis) karena beban kerja yang tinggi dalam perkiraan saat kirim pesanan kepada konsumen. Penerapan penjadwalan dntm buffer rope di PT. Baninusa Indonesia dilakukan penyesuaian dengan kondisi lantai pabrik PT. Baninusa Indonesia yang memiliki variasi jumlah mesin dalam tiap stasiun kerja, sehingga dilakukan modifikasi dari algoritma dasar yang dikembangkan Hasibuan (1999). Pemberian buffer dalam algoritma penjadwalan drum buffer rope memberikan waktu penyelesaian yang lebih panjang dibandingkan dengan waktu penyelesaian hasil jadwal produksi PT. Baninusa Indonesia, namun pemberian buffer dalam penjadwalan produksi ini dapat mengantisipasi dari awal keterlambatan pengiriman produk kepada konsumen, sehingga keterlambatan pengiriman produk kepada konsumen dapat dihindari.