Detail Cantuman

PENERAPAN METODE SIX SIGMA UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT KRAKATAU STEEL CILEGON

PENERAPAN METODE SIX SIGMA UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT KRAKATAU STEEL CILEGON


Perkembangan industri dan teknologi yang semakin pesat dapat mengakibatkan persaingan antar perusahaan semakin ketat pula, demikian juga halnya dengan rumah sakit. Sebagai perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa, diharapkan rumah sakit dapat memberikan tingkat pelayanan yang cepat, tepat, dan memuaskan bagi para pelanggan. Hal ini menjadi tujuan utama dari Rumah Sakit Krakatau Steel. Keluhan-keluhan yang timbul tentang pelayanan kesehatan di bagian rawat inap Rumah Sakit Krakatau Steel memiliki frekuensi yang cukup tinggi, sehingga apabila tidak diperbaiki maka dapat menurunkan kualitas pelayanan kesehatan yang diberikan oleh perusahaan. Untuk itu perlu dilakukan suatu penelitian yang bertujuan untuk memperbaiki dan mengendalikan proses pelayanan yang ada dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dengan menerapkan metode Six Sigma. Tahapan-tahapan dalam metode Six Sigma terdiri dari tahap Define, Measure, Analyze, Improve dan Control. Langkah awal penelitian adalah melakukan perancangan suatu diagram yang menjabarkan proses pelayanan rawat inap Rumah Sakit Krakatau Steel yaitu dengan menggunakan diagram SIPOC. Kemudian menentukan karakteristik jenis cacat yang paling kritis (Critical to Quality) berdasarkan frekuensi munculnya jenis cacat (keluhan pasien). Untuk menghitung performansi perusahaan saat ini dilakukan dengan menggunakan parameter DPMO dan Level Sigma. Langkah selanjutnya yaitu menganalisis faktor-faktor penyebab terjadinya cacat (keluhan pasien) dengan analisis diagram fishbone, kemudian dilanjutkan dengan penentuan faktor yang paling beresiko tinggi sebagai penyebab terjadinya cacat pelayanan rawat inap tersebut dengan menggunakan metode FMEA. Penentuan faktor-faktor ini ditetapkan berdasarkan hasil diskusi dengan pihak terkait di perusahaan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa jenis cacat yang paling kritis adalah ketidakhandalan perawat dalam pemasangan infus sehingga menimbulkan rasa tidak enak pada lokasi pemasangan infus seperti luka, bengkak dan nyeri, sehingga implementasi usulan tindakan perbaikan dan pengendaliannya difokuskan pada jenis cacat ini. Perbandingan hasil yang dicapai antara sebelum implementasi maupun setelah implementasi Six Sigma yang dinyatakan dengan parameter DPMO dan Level Sigma dapat dilihat pada tabel berikut:


LOADING LIST...

LOADING LIST...

Detail Information

Bagian Informasi
Pengarang MIRNA STEPHANIE / 13-1999-104 - Personal Name
Ir. Ambar Harsono, MT. - Personal Name
Lisye Fitria.,Ir.,MT - Personal Name
No. Panggil 511TII/04
Subyek
Fakultas FTI
Tahun Terbit 2004
Jurusan Teknik Industri
Deskripsi Fisik
Info Detil Spesifik

  Tags :

Citation

. (2004).PENERAPAN METODE SIX SIGMA UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT KRAKATAU STEEL CILEGON().Teknik Industri:FTI

.PENERAPAN METODE SIX SIGMA UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT KRAKATAU STEEL CILEGON().Teknik Industri:FTI,2004.Text

.PENERAPAN METODE SIX SIGMA UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT KRAKATAU STEEL CILEGON().Teknik Industri:FTI,2004.Text

.PENERAPAN METODE SIX SIGMA UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT KRAKATAU STEEL CILEGON().Teknik Industri:FTI,2004.Text

 



Homepage Info

Koleksi  ETD adalah merupakan Tugas Akhir mahasiswa Itenas dalam menempuh program Sarjana/Magister. Seluruh isi dari Tugas Akhir adalah merupakan tanggung jawab penulis sepenuhnya.

Koleksi


Total ETDs : 20322

Total Kunjungan: 26011 dari Maret 2018

Media Sosial / Kanal

Address

UPT Perpustakaan Itenas
Jl. PKH. Mustopha No.23
Bandung 40124, Indonesia
Phone: +62-22-7272215,
email: libary[at]itenas.ac.id