Penerapan Model Integrasi Ukuran Batch Produksi, Kebijakan Inspeksi, Dan Perawatan Preventif Pada Sistem Produksi Dengan Kegagalan (Studi Kasus Pada PT. Krakatau Steel)
Pada model EPQ (Economic Production Quantity) klasik proses diasumsikan selalu dalam kondisi terkendali (in control), sehingga seluruh produk yang dihasilkan berkualitas baik dan fasilitas produksi tidak pemah gaga! atau rusak. Namun pada kenyataannya, proses produksi dapat bergeser ke kondisi tidak terkendali (out of contro) secara random dan dapat berdampak pada kualitas produk yang dihasilkan. Selain itu, di lantai produksi kondisi proses produksi ini dapat dimonitor melalui proses inspeksi.
PT. Krakatau Steel adalah perusahaan BUMN yang bergerak di bidang produksi plat baja. Saat ini, perawatan preventif yang dilakukan oleh PT. Krakatau Steel tidak optimal. Hal ini mengakibatkan permasalahan dalam menentukan ukuran batch produksi yang ekonomis (EPQ).
Berdasarkan permasalahan tersebut, maka pada penelitian Tugas Akhir ini dilakukan suatu pendekatan kuantitatif dengan menggunakan model matematis untuk menentukan ukuran batch produksi yang ekonomis, interval inspeksi, dan waktu perawatan preventif optimal untuk kondisi fasilitas produksi yang dapat mengalami kegagalan secara random. Model perawatan yang digunakan untuk menentukan ukuran batch produksi, kebijakan inspeksi, dan perawatan preventif yang optimal tersebut adalah model perawatan yang dikemukakan oleh Fung dan Makis (1995).
Secara teknis, perawatan preventif yang signifikan dapat menurunkan ketergantungan ukuran batch produksi yang ekonomis (EPQ) terhadap laju kegagalan mesin. Pada kenyataannya di lantai produksi, jika laju kegagalan mesin semakin kecil,\ maka ukuran batch produksi dan frekuensi inspeksi dalam suatu siklus produksi relatif stabil. EPQ yang relatif stabil ini dihasilkan melalui frekuensi inspeksi optimal yang semakin tinggi pada kondisi laju proses dalam kondisi terkendali yang semakin tinggi pula.
Hasil perhitungan ukuran batch produksi ekonomis (Q• ), kebijakan inspeksi (N•) perawatan preventif optimal (M • ), serta total biaya produksi per jam (TC) untuk masing masing selang waktu kerusakan (t )dapat dilihat pada Tabel di bawah ini
Detail Information
Citation
APA Style
. (2004).Penerapan Model Integrasi Ukuran Batch Produksi, Kebijakan Inspeksi, Dan Perawatan Preventif Pada Sistem Produksi Dengan Kegagalan (Studi Kasus Pada PT. Krakatau Steel) ().Teknik Industri:FTI
Chicago Style
.Penerapan Model Integrasi Ukuran Batch Produksi, Kebijakan Inspeksi, Dan Perawatan Preventif Pada Sistem Produksi Dengan Kegagalan (Studi Kasus Pada PT. Krakatau Steel) ().Teknik Industri:FTI,2004.Text
MLA Style
.Penerapan Model Integrasi Ukuran Batch Produksi, Kebijakan Inspeksi, Dan Perawatan Preventif Pada Sistem Produksi Dengan Kegagalan (Studi Kasus Pada PT. Krakatau Steel) ().Teknik Industri:FTI,2004.Text
Turabian Style
.Penerapan Model Integrasi Ukuran Batch Produksi, Kebijakan Inspeksi, Dan Perawatan Preventif Pada Sistem Produksi Dengan Kegagalan (Studi Kasus Pada PT. Krakatau Steel) ().Teknik Industri:FTI,2004.Text