PERENCANAAN JUMLAH TENAGA PERAWAT DI RUMAH SAKIT KRAKATAU STEEL (RSKS)- CILEGON MENGGUNAKAN MODEL GOAL PROGRAMMING
Terbukanya pasar bebas di sektor kesehatan yang sedang dan akan dihadapi di era global berakibat pada tingginya persaingan di sektor kesehatan. Persaingan antar rumah sakit baik pemerintah, swasta dan asing akan semakin keras untuk merebut pasar yang semakin terbuka bebas Selain itu tuntutan masyarakat akan pelayanan kesehatan semakin meningkat. Salah satu upaya untuk dapat memberikan pelayanan terbaik dalam bisnis rumah sakit adalah mengatasi masalah manajemen menghadapi tantangan dalam merencanakan kebutuhan sumber daya manusia.
Rumah Sakit krakatau Steel (RSKS) yang bergerak dalam bidang pelayanan kesehatan turut berupaya dalam menyediakan sejumlah tenaga perawat dengan mempertimbangkan batasan biaya yang dapat dikeluarkan pihak manajemen. Pada kenyataannya kebetulan penyediaan tenaga perawat timbul karena adanya kebutuhan akan pelayanan. Oleh karena itu proses penyediaan tenaga perawat RSKS perlu dilakukan dengan turut mempertimbangkan jumlah kebutuhan minimum perawat yang dapat memenuhi kebutuhan akan pelayanan kesehatan.
Kondisi yang ada pada RSKS saat mi mendorong dilakukannya perencanaan jumlah tenagaperawat yang optimal dengan mempertimbangkan beragam tujuan perencanaan yang diinginkan pihak manajemen RSKS. Adapun kriteria tujuan pcr ncanaan tenaga perawat yanghendak dicapai secara bersamaan terdiri dan:
1. Memenuhi jumlah minimum perawat untuk masing-masing shift.
2. Memenuhi jumlah minimum perawat di tiap unit rawat inap sesuai Bed Occupancy rate (BOR)
3. Memenuhi minimum waktu kontak pasien dengan perawat
4. Minimasi biaya regular dari seluruh jumlah perawat di unit I s/d 5 dalam satu bulan
5. Minimasi biaya overtune dari seluruh jumlah perawat di unit I s/d 5 dalam satu bulan
Dari kelima kriteria tujuan di atas dilakukan perencanaan jumlah perawat untuk dua alternatif prioritas utama perencanaan. Kedua alternatif tersebut adalah alternatif A dengan prioritas utama minimasi biaya overtime dan alternatif B dengan prioritas utama memenuhi Jumlah minimum perawat. Jumlah perawat optimal yang sebaiknya dimiliki oleh RSKS dari kedua alternatif perencanaan adalah sebagai berikut:
Pencapaian untuk masing-masing kriteria tujuan dan jumlah perawat optimal yang diperoleh adalah tidak terpenuhinya tujuan 'memenuhi minimum waktu kontak pasien dengan perawat' dengan jumlah waktu kontak 468.40 jam untuk alternatif A dan 515.80 jam untuk alternatif B. Sedangkan tempat tujuan lain yang hendak dicapai dalam perencanaan jumlah perawat ini terpenuhi dengan tingkat pencapaian tujuan (a*k)=0 .
Detail Information
Citation
APA Style
. (2004).PERENCANAAN JUMLAH TENAGA PERAWAT DI RUMAH SAKIT KRAKATAU STEEL (RSKS)- CILEGON MENGGUNAKAN MODEL GOAL PROGRAMMING ().Teknik Industri:FTI
Chicago Style
.PERENCANAAN JUMLAH TENAGA PERAWAT DI RUMAH SAKIT KRAKATAU STEEL (RSKS)- CILEGON MENGGUNAKAN MODEL GOAL PROGRAMMING ().Teknik Industri:FTI,2004.Filmstrip
MLA Style
.PERENCANAAN JUMLAH TENAGA PERAWAT DI RUMAH SAKIT KRAKATAU STEEL (RSKS)- CILEGON MENGGUNAKAN MODEL GOAL PROGRAMMING ().Teknik Industri:FTI,2004.Filmstrip
Turabian Style
.PERENCANAAN JUMLAH TENAGA PERAWAT DI RUMAH SAKIT KRAKATAU STEEL (RSKS)- CILEGON MENGGUNAKAN MODEL GOAL PROGRAMMING ().Teknik Industri:FTI,2004.Filmstrip