FORMULASI STRATEGI BISNIS PERUSAHAAN DALAM MENGHADAPI PERSAINGAN TEKNOLOGI INFOCOM (Studi kasus di Divisi RisTI PT.TELKOM, Tbk)
Krisis ekonomi yang telah melanda beberapa negara di dunia. khususnya Indonesia pada beberapa tahun belakangan ini telah menghancurkan industri telekomunikasi nasional. Hal ini menyebabkan terjadinya perubahan lingkungan bisnis eksternal di berbagai aspek. baik di tingkat global, nasional, dan industri pada sektor telekomunikasi dan infundasi.(Infocom). Perubahan lingkungan yang terjadi diantaranya perubahan dalam regulasi industri telekomunikasi. dorongan diterapkannya perdagangan bebas, perubahan gaya hidup sebagai akibat globalisasi, perubahan teknologi, dan sebagainya yang mendorong semakin ketatnya persaingan di lingkungan R&D bifocum. Divisi RisTI sebagai salah satu divisi pendukung PT. TELKOM, Tbk yang bergerak pada bidang R&D Infocom telah dihadapkan kepada suatu era perdagangan bebas yang menuntut kesiapan sumber daya agar dapat bersaing dengan perusahaan sejenis dan meredam perubahan-perubahan lain yang terjadi di lingkungan bisnisnya. Perubahan tersebut berdampak melahirkan peluang sekaligus ancaman bagi Divisi RisTI dalam menjalankan bisnis R&D Infocom . Pengaruh perubahan tersebut harus dijawab oleh Divisi RisTl dengan memfonnulasikan kembali strategi unit bisnis Divisi RisTI. Formulasi dan implementasi strategi bisnis Divisi RisTl yang dikembangkan sesuai perubahan yang terjadi, didasarkan kepada analisa yang dilakukan terhadap hasil penelitian jajak pendapat yang dilakukan di lingkungan Divisi RisTl dan kantor perusahaan TELKOM. Hasil penelitian yang diperoleh melalui jajak pendapat tersebut diolah dan dianalisis dengan menggunakan model yang biasa dipergunakan untuk penelitian formulasi strategi, yaitu SWOT Analy.m, E-1 Matriks, dan Gap Analysis. Pada penelitian ini SWOT Analisis dan E-1 Matriks hanya digunakan untuk melakukan formulasi dan implementasi strategi jangka pendek sedangkan Gap Analysis digunakan untuk menghasilkan usulan solusi sebagai arah implementasi strategi jangka panjang. Hasil dari analisis tersebut menggambarkan keadaan seperti ketertarikan industri R&D infocom berada pada posisi sedang dan kekuatan bisnis dari Divisi RisTI berada pada posisi rendah sehingga divisi RisTl diharuskan melakukan spesialisasi kearah pengembangan produk yang lebih potensial , aspek yang menggambarkan kekuatan, kelemahan yang diperoleh dari jajak pendapat yang dilakukan di lingkungan Divisi RisTl dan kantor perusahaan TELKOM yang di henchmark dengan pesaing potensial (Korea Telecom) serta peluang, ancaman Divisi RisTl yang diperoleh melalui pengidentifikasian kondisi lingkungan eksternal diluar perusahaan baik negara tempat perusahaan berada maupun negara-negara yang mempengaruhi pesatnya perkembangan teknologi R&D infocom di dunia, yang nantinya semua aspek tersebut dianalisis dengan menggunakan Matriks SWOT sehingga menghasilkan alternatif-alternatif strategi bisnis perusahaan, serta perbedaan keadaan Divisi RisTI sekarang dengan keadaan yang diharapkan melalui jajak pendapat di lingkungan Divisi RisTI dan kantor perusahaan yang nantinya akan menghasilkan usulan solusi jika masih terjadi gap. Hasil analisa ini selanjutnya dipergunakan untuk menyusun fonnulasi strategi Divisi RisTl dan bentuk implementasi strategi. Adapun hasil strategi yang diperoleh adalah sebagai
berikut :
Detail Information
Citation
APA Style
. (2004).FORMULASI STRATEGI BISNIS PERUSAHAAN DALAM MENGHADAPI PERSAINGAN TEKNOLOGI INFOCOM (Studi kasus di Divisi RisTI PT.TELKOM, Tbk) ().Teknik Industri:FTI
Chicago Style
.FORMULASI STRATEGI BISNIS PERUSAHAAN DALAM MENGHADAPI PERSAINGAN TEKNOLOGI INFOCOM (Studi kasus di Divisi RisTI PT.TELKOM, Tbk) ().Teknik Industri:FTI,2004.Text
MLA Style
.FORMULASI STRATEGI BISNIS PERUSAHAAN DALAM MENGHADAPI PERSAINGAN TEKNOLOGI INFOCOM (Studi kasus di Divisi RisTI PT.TELKOM, Tbk) ().Teknik Industri:FTI,2004.Text
Turabian Style
.FORMULASI STRATEGI BISNIS PERUSAHAAN DALAM MENGHADAPI PERSAINGAN TEKNOLOGI INFOCOM (Studi kasus di Divisi RisTI PT.TELKOM, Tbk) ().Teknik Industri:FTI,2004.Text