// <![CDATA[PENERAPAN INTEGRATED CONCEPT DEVELOPMENT (ICODE) PADA OPERA TOR KARTU HALO SEBAGAI DASAR USULAN KONSEP PENGEMBANGAN JASA LAYANAN (Studi Kasus Di PT. Telkomsel)]]> Drs. Hari Adianto M.T Dosen Pembimbing 1 Sugih Arijanto, S.T., M.M. Dosen Pembimbing 2 Deulis Juniawati / 131999157 Penulis
Persaingan yang semakin ketat antar operator telepon seluler mau tidak mau mempengaruhi langkah-langkah yang harus dilakukan oleh perusahaan. Untuk mencari celah dalam suatu persaingan maka yang paling penting dilakukan oleh perusahaan adalah mampu mengetahui apa yang dibutuhkan oleh pasar, sehingga langkah-langkah pengembangan perusahaan dapat sesuai dengan kebutuhan yang ada. Selain itu hal yang tidak kalah pentingnya adalah perusahaan harus mengetahui kelemahan dan kekuatan bersaing perusahaan. PT. Telkomsel merupakan perusahaan yang bergerak dalam kegiatan pelayanan telepon seluler pasca bayar dan pra bayar, dan saat ini pihak manajemen PT. Telkomsel sedang berusaha dengan keras untuk meningkatkan penjualan kartu pasca bayar (HALO). Dari kondisi ini, maka harus dicari suatu metoda perancangan jasa untuk dapat diterapkan pada permasalahan diatas, pada penelitian ini digunakan metoda ICODE (Integrated concept development) Dimana pada perhitungannya menggunakan kombinasi planning matrik (HOQ) dengan conjoint analysis. Planning matrik (HOQ) memanfaatkan metode fuzzy untuk menentukan tingkat kepentingan kebutuhan konsumen dan metode entropy untuk mengetahui tingkat keunggulan bersaing perusahaan. Conjoint analysis untuk memilih konsep jasa layanan yang matang yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan konsumen. Untuk mengidentifikasikan kebutuhan konsumen maka dilakukan tahap etilasi dan strukturisasi atribut yang bertujuan untuk mencari atribut-atribut yang harus diperhatikan dalam pengembangan jasa layanan kartu HALO. Dari hasil perhitungan tingkat kepentingan atribut jasa layanan telepon seluler pasca bayar didapat hasil bahwa atribut yang memiliki bobot tertinggi adalah atribut yang paling dipentingkan oleh konsumen yaitu atribut coverage area/jangkauan. Dari hasil perhitungan tingkat kepuasan konsumen, setelah dibandingkan antara penilaian tingkat kepuasan konsumen kartu HALO, dengan kometitomya (1M3 Bright dan Pro XL pasca bayar) menunjukkan bahwa penilaian konsumen kartu HALO temyata mempunyai nilai kepuasan yang lebih tinggi untuk sebagian besar atribut. Adapun Atribut jasa layanan yang diberikan oleh operator kartu HALO yang mempunyai nilai tingkat kepuasan konsumen lebih rendah dibandingkan dengan kompetitomya adalah atribut kantor pelayanan yang mudah dijangkau, bebas roaming dan Inovasi fasilitas yang disediakan. Hasil akhir dari planning matrik (HOQ) adalah prioritas technical respon yaitu untuk fasilitas jaringan adalah BTS (base trasiver station), monitoring network performance, teknologi sistem, jaringan microce/1 dan untuk fasilitas pelayanan adalah program smart payment. Dasar inilah yang dijadikan acuan dalam pengembangan konsep jasa layanan yang lebih mendetail, dimana untuk fasilitas jaringan dipilih 3 atribut yaitu : coverage area/jangkauan, kontinuitas signal/tidak terputus-putus ketika bicara. luas zone lokal dan untuk fasilitas pelayanan dipilih 3 atribut yaitu: tarif yang diberlakukan, bebas roaming, layanan SMS. Pemilihan konsep jasa awal dilakukan untuk memilih konsep jasa layanan yang memenuhi kebutuhan konsumen, juga untuk mengetahui bobot jasa layanan yang memenuhi bobot kepentingan tiap-tiap atribut yang dievaluasi. Dari basil pengolahan data dapat diketahui bahwa level atribut dengan tingkat kepentingan yang mempunyai nilai tertinggi merupakan level atribut yang lebih diinginkan oleh konsumen. Level atribut yang terpilih untuk fasilitas jaringan adalah lner Bandung (Kodya Bandung) saja tetapi optimal (tercover semua), Continuity Signal on the Road/Kontinuitas Signal di jalan, Bandung dan sekitamya (Cianjur,Garut,Subang,Sumedang) tetapi terbagi menjadi dua Zone lokal (fasilitasjaringan) dan untuk fasilitas pelayanan adalah TarifHALO dengan biaya abodemen standar, Bebas Roaming antar HALO dan SIMPATI biaya abodemen Rp. 60.000,00, Layanan SMS dikenakan biaya dengan biaya abodemen standar. Konsep jasa awal yang terpilih ini yang akan dijadikan usulan untuk pengembangan jasa layanan kartu HALO. Walaupun usulan konsep pengembangan jasa layanan kartu HALO ini baru sampai tahap penyaringan (tahap screening) akan tetapi konsep ini akan diharapkan dapat dijadikan sebagai dasar bagi pengembangan jasa Jayanan kartu HALO.