// <![CDATA[PENGENALAN GERAK DAN MAKNA "KIPRAH SANG PESOLEK" TARI MERAK JAWA BARAT MELALUI PERANCANGAN BUKU ILUSTRASI]]> Afid Ridwan / 332008046 Penulis Asri Radhitanti, S.Ds. Dosen Pembimbing 2 Agus Djatnika, M.Sn. Dosen Pembimbing 1
Jawa Barat merupakan salah satu daerah yang kaya akan ragam kesenian. Terutama seni-seni tradisi, salah satu diantaranya adalah seni tari. Ungkapan gerak merupakan media utama dari seni tari. Dalam perkembangannya, seni tari di Jawa Barat dapat dibedakan menjadi beberapa rumpun tari diantaranya, rumpun tari wayang, tari rakyat, tari topeng cirebon dan rumpun tari karya individual yang sering disebut dengan istilah tari kreasi / tari keurseus. Tari kreasi adalah hasil ciptaan baru yang tidak selalu bersumber dari satu tarian yang sudah ada, namun dituntut juga untuk menciptakan gerak-gerak baru di dalamnya. Pada umumnya tari kreasi di ilhami dari cerita rakyat, legenda, imitiatif dari binatang atau intuisi baru hasil imajinasi dari seniman penggarap itu sendiri. Tari Merak merupakan sebuah tari kreasi yang diciptakan oleh Raden Tjetje Somantri ini sempat memikat mata dunia internasional pada tahun 1960-an namun kurang mendapat perhatian dari generasi muda maupun masyarakat Indonesia, sehingga kelangsungan dan eksplorasi dalam seni tari kreasi tradisional ini tidak berkembang dan menurun dari waktu ke waktu.