// <![CDATA[ANALISIS KINERJA SIMPANG BERSINYAL PADA SIMPANG BUAH BATU]]> 0424026101 - Elkhasnet Ir., M.T Dosen Pembimbing 1 RIZKY RIMBAWAN RACHMAT/222015266 Penulis
Pertumbuhan kendaraan di Kota Bandung terus meningkat setiap tahunnya, dimana tidak sebanding dengan pertumbuhan ruas jalan sehingga terjadinya penumpukan kendaraan pada persimpangan. Persimpangan yang menghubungkan Jalan Buah Batu - Terusan Buah Batu – dan Soekarno Hatta (Bypass) memiliki lokasi yang strategis yang berdampak pada tingginya arus pergerakan kendaraan dan lamanya tundaan kendaraan pada simpang. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi kinerja dari Simpang Buah Batu pada kondisi eksisting dan mencari solusi yang tepat dengan membuat beberapa alternatif perencanaan. Setelah dilakukan analisis data jam puncak pagi dan sore dengan metode MKJI 1997, didapatkan kinerja eksisting simpang berada dalam kategori F (buruk sekali) dengan tundaan 149 detik/smp (pagi) dan 300 detik/smp (sore) serta derajat kejenuhan (DS) pada pendekat Utara 0,67, Selatan 0,87, Timur 0,89, dan Barat 0,73 (pagi) sedangkan pada pendekat Utara 0,89, Selatan 1,18, Timur 1,07, dan Barat 0,93 (sore). Terdapat 4 rancangan alternatif guna memperbaiki kinerja simpang diantaranya alternatif 1 Pengaturan ulang waktu siklus, alternatif 2 perubahan pergerakan kendaraan, alternatif 3 early start pada pendekat Selatan dan Timur, dan alternatif 4 pelarangan belok kanan dan pengurangan jumlah fase. Alternatif empat dengan mengurangi jumlah fase dan pelarangan belok kanan untuk pendekat Selatan dan Timur dipilih karena telah memenuhi kriteria derajat kejenuhan yang ditentukan oleh MKJI sebesar 0,75. Tundaan yang dihasilkan oleh alternatif empat mengecil dengan nilai tundaan 20 detik/smp di pagi dan 31 detik/smp di sore hari. Tingkat pelayanan dikategorikan dalam kelas