// <![CDATA[MODEL PENJADWALAN UNTUK FABRIKASI DAN PERAKITAN KOMPONEN PADA FLOW SHOP 3 MESIN DAN 4 MESIN DENGAN KRITERIA MINIMASI MAKESPAN]]> Ir. Emsosfi Zaini, M.T. Dosen Pembimbing 1 Ir. Alex Saleh, MT. Dosen Pembimbing 2 HUSNI MUBAROK / 13-1999 - 160 Penulis
Halim dan Cahya (1999) mengajukan model penjadwalan overlapping padaflow shop 4 mesin yang memproses multi item dengan kriteria minimasi makespan..Model yang dikembangkan adalah membagi sejumlah job menjadi 2 batch atau lebih sehingga waktu antri (queue time) dan waktu menunggu (idle time) menjadi minimum.Model yang dihasilkan dari penelitian tersebut hanya membahas mengenai penjadwalan flow shop untuk proses fabrikasi komponen dan tidak mempertimbangkan adanya proses perakitan. Pada kenyataannya, suatu produk tidak hanya terdiri dari satukomponen tetapi merupakan basil rakitan dari beberapa komponen. Di pihak lain, Cheng dan Wang ( 1999) melakukan penelitian mengenai penjadwalan untuk fabrikasi dan perakitan pada.flow shop 2 mesin dengan kriteria minimasi makespan. Pada model ini setiap job terdiri dari I unit common component dan I unit unique component. Common component dan unique component ini diproduksi pada mesin pertama dan kemudian dirakit pada mesin kedua setelah kedua komponen tersebut tersedia. Penelitian ini hanya membahas penjadwalan untuk fabrikasi dan perakitan pada flow shop 2 mesin. Pada kenyataannya, proses produksi untuk membuat suatu produk biasanya dilakukan lebih dari 2 mesin. Penelitian ini membahas model penjadwalan untuk fabrikasi dan perakitan pada flow shop 3 mesin dan 4 mesin dengan kriteria minimasi makespan. Model penjadwalan yang dihasilkan dari penelitian ini adalah (I) Model (F3/(c,u,,a, )IC.,..,.) yaitu model penjadwalan untuk fabrikasi dan perakitan pada flow shop 3 mesin dan (2) Model (F41(c,u,,a,)IC,_.) yaitu model penjadwalan untuk fabrikasi dan perakitan pada flow shop 4 mesin. Pada Model ( F31( c, u,, a,) I C ,_), proses fabrikasi untuk common component dan unique component dilakukan pada Mesin I dan Mesin 2, sedangkan proses perakitan dilakukan pada Mesin 3 setelah kedua komponen tersebut tersedia untuk dirakit. Pada Model (F4/(c,u,,a,)IC,_), proses fabrikasi untuk common component dan unique component dilakukan pada 3 mesin pertama, sedangkan proses perakitan dilakukan pada Mesin 4 setelah kedua komponen tersebut tersedia untuk dirakit. Pada Model (F31(c,u,,a,)IC,_) dan Model (F4/(c,u,,a,)ICmax), common component diproses dalam batch, sedangkan unique component diproduksi sendiri sendiri. Model (F41(c,u,,a,)IC..,..) adalah model yang lebih umum, sehingga model tersebut dapat menyelesaikan masalah penjadwalan untuk fabrikasi dan perakitan pada flow shop 3 mesin, dan 2 mesin. Algoritma untuk Model (F31(c,u,a,)IC,_) dan Model (F 4 1( c, u,, a,) I C .... J bekerja dalam 2 tahap. Tahap pertama adalah mengurutkan job dengan menggunakan metode CDS (Campbell, Dudek, dan Smith). Tahap kedua adalah penentuan jumlah dan ukuran batch dengan menggunakan metode pemrograman dinamis.Kemampuan dan perilaku model yang dikembangkan diuji dengan menggunakan dua skenario. Skenario pertama dilakukan untuk mengetahui cara kerja model sedangkan scenario kedua dilakukan untuk menguji parameter-parameter model.