PEMBENTUKAN SEL MANUFAKTUR MENGGUNAKANALGOWTMAAS~GNMENT HEURISTIC MODIFIKASI (STUDI KASUS DI PT. BANINUSA INDONESIA)
PT. BANINUSA INDONESIA merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri manufaktur pembuatan komponen kendaraan bennotor dan mesin-mesin industri, antara lain ring piston, camshaft, ring carrier, cylinder linear, dan camsleeve. Tata letak di bagian produksi PT. BANINUSA INDONESIA saat ini disusun berdasarkan process layout dengan aliran proses bersifat job shop. Karakteristik dari process layout adalah volume produksi yang rendah dan mempunyai variasi produk yang tinggi (Francis et. a/., 1992). Tata letak di PT. BANTNUSA INDONESIA saat ini menyebabkan aliran produksi tidak teratur dan lebih panjang, sehingga material handling lebih besar. Permasalahan di PT. BANINUSA INDONESIA dapat diakomodasi dengan sistem sel manufaktur. Dalam set manufaktur dilakukan dekomposisi suatu sistem manufaktur menjadi subsistem yang lebih kecil. Langkah yang umum diJakukan dalam mendesain sistem sel manufaktur adalah dengan pembentukan fonnasi sel berdasarkan kelompok-kelompok mesin dan komponen. Pembentukan sel manufaktur dapat dilakukan dengan berbagai metode optimasi dan heuristik. Metode optimasi mem.iliki kendala waktu komputasi pada pemecahan masalah berskala besar, sehingga sulit untuk diterapkan pada pembentukan sel manufaktur. Metode heuristic lebih sederhana dan sering digunakan dalam pembentukan sel manufaktur, meskipun basil yang didapat seringkali hanya mendekati optimal. Salah satu metode optimasi telah dikembangkan yang disebut algoritma assignment model (Srinivasan et. a/., 1990). Pada penelitian ini dilakukan pembentukan sel manufaktur dengan modifikasi assignment model. Modifikasi assignment model yang disebut assignment heuristic melakukan pengelompokan mesin dan komponen berdasarkan nilai koefisien kesarnaan yang maksimum. Nilai koefisien kesarnaan didapatkan dari kesamaan proses pada pengerjaan komponen. Modifikasi terhadap assignment model dilakukan wttuk mengatasi kendala waktu komputasi pada pengelompokan mesin dan komponen. Model yang dikembangkan dibandingkan dengan pendekatan assignment model (Srinivasan et. a/., 1990) menggunakan data hipotetik memberikan basil yang sama. Selanjutnya, model hasil pengembangan diterapkan untuk memecahkan masalah tata ketak di PT. BANINUSA INDONESIA. Solusi yang dihasilkan dengan menggunakan tiga metode performansi menunjukkan nilai yang lebih baik daripada performansi awal
Detail Information
Citation
APA Style
. (2004).PEMBENTUKAN SEL MANUFAKTUR MENGGUNAKANALGOWTMAAS~GNMENT HEURISTIC MODIFIKASI (STUDI KASUS DI PT. BANINUSA INDONESIA) ().Teknik Industri:FTI
Chicago Style
.PEMBENTUKAN SEL MANUFAKTUR MENGGUNAKANALGOWTMAAS~GNMENT HEURISTIC MODIFIKASI (STUDI KASUS DI PT. BANINUSA INDONESIA) ().Teknik Industri:FTI,2004.Text
MLA Style
.PEMBENTUKAN SEL MANUFAKTUR MENGGUNAKANALGOWTMAAS~GNMENT HEURISTIC MODIFIKASI (STUDI KASUS DI PT. BANINUSA INDONESIA) ().Teknik Industri:FTI,2004.Text
Turabian Style
.PEMBENTUKAN SEL MANUFAKTUR MENGGUNAKANALGOWTMAAS~GNMENT HEURISTIC MODIFIKASI (STUDI KASUS DI PT. BANINUSA INDONESIA) ().Teknik Industri:FTI,2004.Text