// <![CDATA[TINJAUAN EVAPOTRANSPIRASI ACUAN MUSIM KEMARAU DI KOTA BANDUNG]]> 0407067702 - Fransiska Yustiana ST., MT Dosen Pembimbing 1 BALGIS GUSTHAELA ALLDERA/222016226 Penulis
Kebutuhan air tanaman dapat didefinisikan sebagai jumlah air yang dibutuhkan untuk memenuhi kehilangan air yang terjadi akibat adanya penguapan oleh sinar matahari. Proses hilangnya air pada suatu lahan yang ditumbuhi tanaman disebut evapotranspirasi. Evapotranspirasi menyebabkan kehilangan air yang cukup besar sehingga perlu dihitung angka kehilangannya. Nilai evapotranspirasi dapat dicari dengan beberapa metode, salah satu cara menghitung nilai evapotranspirasi di Indonesia ialah menghitung berdasarkan Standar Perencanaan Irigasi KP-01 dengan menggunakan rumus Penman FAO Corrected dan menurut SNI 7745:2012 menggunakan rumus Penman-Monteith. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode penghitungan evapotranspirasi acuan yang tepat dengan membandingkan metode KP-01 dan SNI dengan tanaman hidroponik berupa padi, bawang daun dan tanaman sri gading dengan menggunakan data klimatologi periode Januari-Desember tahun 2021. Dalam penelitian ini menunjukkan nilai ET0-KP sebesar 5,41 mm/hari memiliki nilai yang lebih besar dari pada nilai ET0-SNI sebesar 5,22 mm/hari dan nilai ET0-a sebesar 2,6 mm/hari, maka dalam penelitian ini metode Standar Perencanaan Irigasi KP-01 lebih disarankan untuk digunakan dalam menghitung nilai evapotranspirasi acuan karena memiliki nilai yang lebih besar.