// <![CDATA[STUDI MENGENAI PERLAKUAN LANGSUNG BERAT AGREGAT KONDISI SSD MENJADI KONDISI KERING UDARA TANPA PERHITUNGAN KOREKSI BERAT AGREGAT AKIBAT KADAR AIR DALAM AGREGAT]]> 0401115702 - Priyanto Saelan, Ir.,MT Dosen Pembimbing 1 0410069201 - Euneke Widyaningsih, S.T., M.T. Dosen Pembimbing 2 HANDI YUDIA PRATAMA/222017143 Penulis
Kondisi fisik dari suatu agregat secara umum terdiri dari kondisi basah, jenuh kering permukaan (SSD), kering udara, dan kering oven. Pada perancangan campuran beton cara SNI 03-2834-2000, agregat yang digunakan adalah agregat dengan kondisi SSD, tetapi pada pelaksanaannya di lapangan kondisi agregat yang terjadi selalu kondisi kering udara. Sehingga kadar air harus dikoreksi. Kondisi air yang terdapat pada agregat di lapangan selalu berubah-ubah, sehingga koreksi terhadap kadar air harus dilakukan berulang-ulang. Akibat koreksi ini, maka komposisi agregat halus, agregat kasar, dan air harus selalu berubah. Hal ini menjadi tidak praktis. Oleh karena itu dilakukan penelitian dengan memperlakukan langsung agregat kondisi SSD menjadi kondisi kering udara tanpa menghitung koreksi berat agregat akibat kadar air dalam agregat. Hasil penelitian menunjukan bahwa dengan memperlakukan agregat kondisi kering udara kuat tekan yang ditargetkan akan tetap tercapai, dengan konsekuensi air yang diberikan harus ditambah secara coba-coba hingga mencapai nilai slump yang direncanakan.