// <![CDATA[USULAN PERBAIKAN METODE KERJA DI BAGIAN JAHIT BERDASARKAN SPESIALISASI PEKERJAAN (Studi Kasus di PD. RAMONA)]]> Ir. Yanti Helianty, M.T. Dosen Pembimbing 1 Ir. Caecillia Sri Wahyuning, M.T. Dosen Pembimbing 2 RITA RACHMANIA / 13-1999-196 Penulis
Dalam perancangan kerja, salah satu upaya penerapan kerja melalui konsep spesialisasi dalam kerja ternyata mampu merubah tata cara kerja yang paling signifikan. Adam Smith mengemukakan bahwa dengan spesialisasi kerja akan diperoleh beberapa manfaat seperti mengurangi waktu belajar untuk penyelesaian aktivitas tertentu dan kecepatan kerja bias dikembangkan karena pekerja dapat mengkhususkan diri pada satu atau dua jenis kegiatan saja dengan tujuan akhir adalah peningkatan produktivitas. PD. RAMONA merupakan perusahaan konveksi yang memproduksi berbagai macam busana muslim, kerudung dan pcr lengkap muslim lainnya. Saat ini, PD. RAMONA belum bias memenuhi permintaan konsumen dalam hal memproduksi baju karena waktu yang tersedia tidak mencukupi dengan jumlah produk yang harus diselesaikan ( waktu penyelesaian produk lama) serta jumlah tenaga kerja yang dimiliki perusahaan terbatas. Waktu penyelesaian produk yang lama serta jumlah tenaga kerja yang terbatas mengakibatkan perusahaan tidak dapat memenuhi permintaan konsumen. Waktu penyelesaian produk yang lama tersebut diakibatkan karena sistem kerja di bagian jahit saat ini adalah setiap pekerja menjahit baju secara keseluruhan, sehingga setiap pekerja terdapat berbagai jenis komponen dan bagian baju yang akan dijahit dalam jumlah yang cukup banyak. Hal ini berdampak pada terjadinya kegiatan mencari yang dilakukan setiap pekerja selama proses jahit. Oleh karena itu, berdasarkan teori Adam Smith perlu dilakukan spesialisasi pekerjaan dalam proses jahit gamis. Waktu yang diperlukan dalam proses jahit gamis adalah 1150,315 detik untuk setiap pekerja di bagian jahit. Langkah awal dalam spesialisasi pekerjaan adalah melakukan pembagian pekerjaan. Pembagian pekerjaan dilakukan dengan membagi proses jahit gamis berdasarkan proses yang dilakukan untuk setiap komponen dan rakitan antar komponen. Pembagian proses jahit tersebut mengacu pada Operation Process Chart (OPC) jahit gamis, sehingga dari hasil pembagian pekerjaan ini akan didapat 9 bagian proses jahit gamis. Dari basil pembagian pekerjaan tersebut, dikelompokkan lagi berdasarkan batasan jumlah pekerja di bagian jahit yang dimiliki oleh perusahaan. Jumlah pekerja pada bagian jahit saat ini adalah orang pekerja. Dari ke--9 bagian pekerjaan tersebut dilakukan pengelompokkan pekerjaan sesuai dengan jumlah pekerja dimana dalam mengelompokkan pekerjaan untuk setiap pekerja dapat dicapai keseimbangan waktu. Setelah dilakukan spesialisasi pekerjaan jumlah produk yang dapat dihasilkan meningkat dari 84 unit gamis/hari menjadi 93 unit gamsi/hari. Spesialisasi pekerjaan mengakibatkanadanya perubahan lintasan/aliran barang di bagian jahit. sehingga dapat dihitung efisiensi lintasan di bagian jahit. Efisiensi lintasan yang terjadi setelah dilakukan spesialisasi pekerjaan sebesar 92,958%. Kelebihan yang diperoleh setelah melakukan spesialisasi pekerjaan antara lainpeningkatan jwu]all produk yangdihasilkan, st:tiap pekerja hanya meng~rjakao beberapa proses jahit gamis sehingga memungkinkan pekerja dapat meningkatkan keahlian dan keterampilannya, komponen, rakitan bagian maupun produk jadi berupa gamis untuk siap pekerja lebih sedikit sehingga kegiatan mencari lebih sedikit.