// <![CDATA[PENENTUAN KEBIJAKAN PERA WAT AN MESIN DI PT.HAKATEX DENGAN METODE RELIABILITY CENTERED MAINTENANCE]]> Fifi Herni Mustofa, ST., MT. Dosen Pembimbing 2 Dr. Ir. Kusmaningrum Soemadi, M.T. Dosen Pembimbing 1 Nurrinawati Handayani / 13-2000-122 Penulis
Suatu perusahaan manufaktur pada umumnya ingin mempertahankan efisiensi dan kualitas hasil produksinya. Dilihat dari sisi produksi, salah satu hal yang harus diperhatikan adalah usaha meningkatkan produktivitas dengan memperhatikan segala aktivitas yang berhubungan dengan proses produksi. Masalah perawatan fasilitas produksi harus diperhatikan, karena memiliki dampak yang besar terhadap kelancaran produksi. Perawatan ditujukan untuk menjaga kondisi peralatan agar tetap pada kondisi operasional sehingga dapat mencegah downtime yang dapat mengakibatkan hilangnya pendapatan perusahaan dan keterlambatan penyerahan order. Peralatan produksi semakin komplek sejalan dengan perkembangan teknologi. Hal ini menyebabkan semakin sulit menjaga fungsi mesin. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan perawatan bagi mesin-mesin produksi. Kebijakan yang tepat dan terencana ditujukan untuk menjaga availability dan reliability agar mesin dapat digunakan secara optimal. PT. Hakatex merupakan suatu perusahaan yang bergerak dibidang tekstil. Perusahaan ini memiliki enam departemen produksi. S~lah satu dari keenam departemen yang ada yaitu departemen printing seringkali mengalami permasalahan pada mesin produksinya. Mesin printing yang ada pada departemen ini jumlahnya terbatas, umurnya telah mclcwati umur pakai, dioperasikan sctiap hari dan memiliki harga yang cukup mahal. Sehingga apabila mesin mengalami kerusakan maka akan mengakibatkan kerugian yang sangat besar dan penyerahan order akan mengalami keterlambatan. Oleh karena itu, mesin ini menjadi prioritas perawatan. Salah satu metoda yang digunakan untuk menentukan kebijakan perawatan adalah RCM (Reliability Centered Maintenance). RCM merupakan suatu metoda perawatan untuk mengembangkan, memilih dan membuat alternatif strategi perawatan yang didasarkan pada kriteria operasional, ekonomi dan keamanan (safety). Dalam mengoptimalkan kebijakan perawatan preventive, RCM bertujuan untuk mempertahankan fungsi sistem, mengidentifikasi mode kegagalan, memprioritaskan kepentingan dari mode kegagalan dan memilih tindakan perawatan yang efektif dan dapat diterapkan. Hasil penelitian untuk komponen mesin printing terbagi dalam 4 task: • Time Directed : merupakan jenis perawatan pencegahan yang dilakukan secara terencana darl terjadwal. Oiperoleh 3 Time Directed. • Condition Directed: merupakanjenis perawatan pencegahan yang dilakukan apabila terdapat tanda atau gejala kerusakan dari peralatan. Diperoleh 6 Condition Derected. • Failure Finding : merupakan jenis perawatan pencegahan yang dilakukan pada saat mesin akan dioperasikan. Diperoleh 13 Failure Finding. • Run to Failure : merupakan jenis perawatan pencegahan dimana komponen yang ada dipergunakan hingga mengalami kerusakan dan diganti dengan komponen yang baru. Diperoleh 12 Run to Failure. Selain daripada itu, dari hasil perhitungan kebijakan RCM diperoleh total biaya perawatan untuk dua komponen mesin printing yaitu bearing blanket dan motor guide adalah sebesar 68991.33 EUR, sedangkan hasil kebijakan existing adalah sebesar 77583.53 EUR. Sehingga dengan menggunakan metoda RCM biaya perawatan untuk dua komponen tersebut dapat ditekan sebesar 8692.2 EUR.