// <![CDATA[PERBAIKAN STASIUN KERJA SERUT BERDASARKAN ASPEK ANTROPOMETRI DAN BIOMEKANIKA DI PT. HAJAR SAPUTRA]]> Ir. Yanti Helianty, M.T. Dosen Pembimbing 1 Ir. Caecillia Sri Wahyuning, M.T. Dosen Pembimbing 2 REGI HERMAWAN / 132000124 Penulis
PT Hajar Saputra merupakan suatu perusahaan yang bergerak dibidang pembuatan bak karoseri. Salah satu stasiun kerja yang ada di PT Hajar Saputra adalah stasiunkerja serut (Circle). Operator serut di PT. Hajar Saputra saat ini melakukan pekerjaannya pada meja dengan tinggi yang rendah sehingga posisi kerja operator serut membungkuk dengan memegang alat serut bertenaga listrik. Setelah selesai diserut, benda kerja berupa papan dengan berat 30 kg diangkat dan diletakkan dilantai tanpapalet oleh operator serut. Seiring dengan banyaknya jumlah pesanan yangditerima oleh PT Hajar Saputra, kegiatan ini berlangsung setiap hari kerjaselama 7 jam dengan istirahat 1 jam. Sikap kerja tersebut dapat menimbulkankelelahan dan gangguan pada sistem otot rangka (Musculoskeletal), dan apabiladilakukan dalam jangka waktu yang lama secara berulang dapat menyebabkan terjadinya tekanan pada discus invertebralis sehingga menimbulkan low back pain(Grandjean, 1998). Kondisi kerja seperti ini tentu saja dapat menghambat kecepatan produksi karena pekerja cepat lelah sehingga dapat menurunkan produktivitas perusahaan. Berdasarkan permasalahan yang timbul akibat kondisi stasiun kerja serut saat ini maka perlu dilakukan perancangan ulang fasilitas kerja stasiun kerja serut. terutama meja serut dan posisi tumpukan papan. Hasil perhitungan gaya dan momen pada L5/S I tubuh operator pada saat bekerja pada posisi.Kerja lama dan posisi kerja baru untuk setiap kerja dapat dilihat pada table berikut: Pada umumnya gaya yang terJadi pada L5/S I untukhap prosesnya masih dt bawah batasan yang direkomendasikan NIOSH. Batas gaya angkat normal yang diperbolehkan sebesar 3500 N dan batas gaya angkat maksimum yang diperbolehkan sebesar 6500 N. Hal ini terjadi karena pengukuran di lakukan dalam keadaan statis, tetapi apabila operator melakukan aktivitas ini secara terus menerus dalam dalam jangka waktu yang lama maka akan menimbulkan cedera padaL5/S I atau low back pain (Grand jean,1998). Oleh karen a itu perlu dilakukan perbaikan padastasiun kerja serut agar dapat mengubah posisi kerjaoperator saat ini sehingga dapat meminimasi keluhan-keluhanyang dirasakan oleh operator pada bagian tubuh tertentu. Stasiun kerja serut hasil perancangan menyebabkan posisikerja operator saat ini menjadi berubah. Posisi kerja operator berpengaruh pada besar gaya dan momen yang timbul pada setiap segmen tubuh operator padasaat bekerja. Besarnya gaya dan momen yang timbul pada setiap segmen tubuh operator pada saat bekerja dengan posisi kerja baru lebih kecil dari besar gaya dan momen yang diakibatkan operator bekerja dengan posisi kerja lama sehingga stasiun kerja serut hasil perencanaan dapat dikatakan lebih baik dari stasiun kerja serut saat ini.