// <![CDATA[ANALISIS PENAMBAHAN SERAT POLYPROPYLENE PADA KUAT TEKAN DAN KUAT TARIK BELAH BETON GEOPOLIMER]]> 0415128905 - Erma Desmaliana, S.T.,M.T Dosen Pembimbing 1 0410069201 - Euneke Widyaningsih, S.T., M.T. Dosen Pembimbing 2 TSANIA HASNA SYAFIRA/222018041 Penulis
Semen portland sebagai material pengikat konstruksi dikritik, salah satu diantaranya dapat menghasilkan gas CO2 dalam jumlah yang besar. Beton geopolimer mampu menjadi solusi untuk meminimalisir penggunaan semen portland. Beton geopolimer merupakan sintesa dari bahan-bahan alam nonorganik yang melalui proses polimerisasi yang memerlukan bahan yang mengandung silika dan alumina dalam jumlah banyak, bahan tersebut terdapat pada material fly ash. Selain fly ash, beton geopolimer memerlukan cairan aktivator yang terdiri dari natrium hidroksida (NaOH) dan natrium silikat (Na2SiO3), tujuannya agar dapat bereaksi secara kimia dan dapat terbentuknya material campuran yang menyerupai semen. Salah satu kekurangan beton yaitu sifatnya yang mudah getas dan rentan terjadi retak halus akibat beban tarik. Dalam mengatasinya, material fiber dapat ditambahkan pada campuran beton. Penelitian ini menggunakan metode studi eksperimental dengan tujuan untuk mengetahui nilai slump, kuat tekan, dan kuat tarik belah pada beton geopolimer. Sampel benda uji berjumlah 36 silinder dengan 3 variasi kadar serat polypropylene 0 kg/m3; 0,5 kg/m3; dan 1,0 kg/m3 pada umur 7, 14, dan 28 hari. Perbandingan aktivator yang digunakan yaitu 4:2 dengan molaritas NaOH 8M. Metode curing menggunakan membrant curing. Didapatkan hasil pengujian kuat tekan pada umur 28 hari optimum yaitu variasi serat polypropylene 0 kg/m3 sebesar 24,079 Mpa. Penambahan serat polypropylene pada beton geopolimer menyebabkan workability adukan beton menurun. Hasil pengujian kuat tarik belah menunjukan hasil semakin tinggi serat, maka semakin tinggi kuat tarik belah, didapatkan hasil sebesar 3,40 Mpa pada kadar 1,0 kg/m3.