// <![CDATA[USULAN STRATEGI POSITIONING RADIO]]> DR. Ir. Iwan Inrawan Wiratmadja Dosen Pembimbing 1 0422037203 - Sugih Arijanto ST.,M.M Dosen Pembimbing 2 Yuddy Slamet Rasidi/13-2000-130 Penulis
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh semakin ketatnya tingkat persaingan di pasar radio bergelombang FM di kota Bandung khususnya radio bersegmen dewasa muda. agar radio X dapat tetap bertahan dan terus berkembang dalam menghadapi persaingan tersebut, maka radio X hams melakukan strategi yang tepat dalam memposisikan dirinya dibenak konsumen sesuai dengan target market yang ditujunya yaitu pendengar usia 20-29 tahun. Dengan demikian, dapat meningkatkan daya saing radio X agar menjaring pendengar sebanyak-banyaknya dan menghasilkan produk berupa jasa broadcasting yang sedapat mungkin mendekati persepsi dan preferensi konsumen (pendengar radio). Penelitian ini dilakukan untuk mengukur persepsi dan preferensi konsumen yang akan dijadikan landasan dalam penyusunan strategi positioning, untuk mengukur persepsi dan preferensi konsumen digunakan alat ukur berupa kuesioner dengan teknik sampling penyebaran kuesioner purposive dan random, dan pengolahan data dilakukan dengan meoggunakan metode multidimensional scaling untuk mengetahui persepsi dan preferensi konsumen dan melihat titik ideal pada peta posisi masing-masing atribut. Hasil penyebaran kuesioner menghasilkan 24 atribut yang berasal dari responden dan 5 dimensi pokok parasuraman serta 6 radio yang diperbandingkan. Dari 24 atribut tersebut terdapat 10 atribut yang dipentingkan oleh responden yang menjadi atribut determinan. Hasil pengolahan data menghasilkan peta persepsi dari ke-6 radio. dimana semakin dekat jarakantar radio, maka radio tersebutsemakin bersaing. Berdasarkan analisis klaster didapat2 kelompok besar yaitu : kelompok 1 terdiri dari Ardan, radio X, OZ dan SE. kelompok 2 terdiri dari : MGT dan Rase. Pada kelompok 1 merupakan radio-radio yang memiliki karakteristik yang "high "di kelasnya yaitu hampir semua atribut determinan mengarah kepada kelompok 1. Radio X sendiri berada pada kelompok 1, sehingga strategi yang tepat Untuk radio X dalam memposisikan dirinya ialahdengan menonjolkan kekuatannya dan meningkatkan kelemahanmenggunakan strategi positioning yang dianjurkanoleh kotler yaitu : Posisi menurut ciri jasa, Posisi menurutmanfaat, Posisi menurut pesaing, Posisi menurut mutu/harga, Posisi menurut kategori jasa dan Posisi menurut pemakai/pengguna, yang diterapkan kepada beberapa atribut determinan dan atribut lain yang menurut responden penting. Salah satu contoh strategi yang diusulkan adalah strategi menurut pesaing dimana pada strategi ini diterapkan kepada atribut determinan yaitu : • Program acara radio yang disajikan menarik Pada posisi ini radio X tidak berada pada posisi pertama, sehingga strategi yang diusulkan untuk mengatasi persaingan pada atribut ini, yaitu melakukan strategi market follower sebagai imitator dan adapter, yaitu dengan melihat kepada pesaingnya secara kapasitas pada atribut ini dan melakukan differensiasi sebagai strategi bersaingnya, misalkan : mencontohkan salah satu program acara unggulan ardan yaitu Nightmare Side dengan hanya melihat secara kapasitas dan dapat melakukan diferensiasi dengan melakukan acara ini secara live ditempat-tempat yang memang seram di kota Bandung jadi tidak hanya berdasarkan cerita saja. • Radio mengikuti trend musik, Jenis musik yang diputar lebih bervariatif, jenis musik sesuai dengan selera anda & jenis musik yang easylistening Pada atribut ini radio X dapat melakukan strategi market follower sebagai cloner yaitu dengan berusaha menyamai bahkan melebihi pesaing utamanya, dalam hal musik yang sedang trend saat ini dengan selalu mencari informasi dari berbagai media.