// <![CDATA[MODEL PENJADWALAN JOB SHOP DENGAN ALTERNATIF ROUTING MENGGUNAKAN ALGORITMA ANT COLONY SYSTEM UNTUK MINIMASI MAKESPAN]]> Hendro Prassetiyo, S.T, M.T Dosen Pembimbing 2 Ir. Emsosfi Zaini, M.T Dosen Pembimbing 1 Devi Irawan/13-2000-139 Penulis
Setiap job pada penjadwalan jo shop memiliki routing yang berbeda-beda, sehingga aliran untuk setiap job tidka searah. Aliran proses yang tidak searah ini mengakibtakan setiap pekerjaan yang akan diproses pada suatu mesin dapat menggunakan job baru atau pekerjaan yang sedang dikerjakan. Telah banyak penelitian yang dikembangkan mengenai penjadwalan jo shop, yaitu Luis et al. (2003) mengenbangkan model Ant Colony System untuk memecahkan masalah penjadwalan job shop kelompok mesin homogeny dengan kriteria minimasi Makespan, Herdiansyah (2004) mengembangkan model penjdawalan job shop kelompok mesin heterogen menggunakan Ant Colony System dengan kriteria minimasi maksepan, Zwaan & Marques (1999) membahawas penjadwalan job shop dengan pendekatan Ant Colony System (ACS) dengan kriteria minimasi makespan. Penelitian-penelitian tersebut hanya untuk masalah penjadwalan yang bersifat fixed routing, yaitu urutan prosesnya tetap. Penyelesaian masalah penjadwalan yang melibatkan alternative routing merupakan pembahasan penjadwalan yang mulai banyak dibahas, oleh karena adanya kemajuan pada bidang teknologi dan memberikan “kelonggaran” terhadap kapasitas mesin yang dimiliki. Penelitian ini membahas model penjadwalan job shop dengan alternative routing. Alternative routing dalam penelitian ini merupakan alternatif mesin yang dapat didefinisikan sebagai suatu mesin memiliki multi fungsi, tapi menghasilkan output dengan kualitas sama denga mesin lainnya serta memiliki waktu set up da waktu proses yang berbeda Algoritma yang dikembangkan untuk menyelesaikan model ini adalah Algoritma Ant Colony System, dan untuk selanjutnya disebut ACSAR. Algoritma ACSAR merupakan pengembangan Algoritma Ant Colony System dengan permasalahan jo shop mesin tunggal yang dikembangkan oleh Zwaan & Marques (1999). Model yang dikembangkan (Model ACSAR) diuji kemmapuan dan perilaku model dengan dua skenario 1 bertujuan untuk menguji cara kerja model dan scenario 2 bertujuan untuk menguji keandalan algoritma usulan.