// <![CDATA[PERANCANGAN SISTEM INSPEKSI OTOMATIS UNTUK SISTEM MANUFAKTUR MAKE TO ORDER JOB SHOP]]> Rispiandi S.T.,M.T.,M.Phil. Dosen Pembimbing 2 Ludy Suryansyah / 13-2000-149 Penulis Prof. Dr. lr. lsa Setiasyah Toha) Dosen Pembimbing 1
Pengendalian mutu merupakan kegiatan yang sangat diperlukan dalam produksi, karena mutu produk yang dihasilkan oleh perusahaan akan mencerminkan sampai seberapa jauh keberhasilan perusahaan dalam menjalankan kegiatan usahanya. Politeknik Manufaktur Bandung. untuk selanjutnya disebut POLMAN Bandung, merupakan lembaga pendidikan yang juga rncrangkap sebagai suatu perusahaan manufaktur yang bersifat make to order (MTO) joh shop. Dalam mengendalikan kualitas produknya. POLMAN Bandung melakukan inspeksi yang terdiri dari inspeksi bahan baku. inspeksi barang dalam proses, dan inspeksi barang jadi. inspeksi barang dalam proses. dalam hal ini komponen produk, dilakukan dengan mengukur dimensi produk menggunakan alat ukur manuaL dan dirasakan proses tersebut memakan waktu yang lama terutama dalam hal pencatatan data. Melihat pada sistem yang ada pada saat ini tampak bahwa adanya masalah pengisian dan pcndokumentasian yang cukup memakan wak'tu dan memerlukan kecepatan dalam hal inspeksi barang dalam proses. dan penanganan data hasil inspeksi. Untuk itu perlu dilakukan perbaikan sistem inspeksi. Perbaikan dirancang dengan memanfaatkan Sistem inspeksi Otomatis dimana dalam sistem tersebut mernungkinkan inspeksi yang lebih cepat dan penanganan data yang lebih efisien. Sistern inspeksi yang dikernbangkan meliputi otomasi daJam hal: pencatatan data yang memanfaatkan komunikasi data antara alat ukur digimatic dengan komputer menggunakan Komunikasi data serial, pengambilan data ukuran dari file gambar AutoCad. dan Batas spesifikasi/toleransi. Sistem inspeKsi yang dirancang mampu mengurangi kegiatan pencatatan data sekitar 50%. Sislem inspeksi yang dirancang rnernungkinkan untuk diimplernentasikan pada lingkungan sistem produksi yang menggunakan sistem inspeksi on-line/post-process. Dengan dirancangnya sistem ini. maka data yang dihasilkan dapat dipakai oleh kegiatan inspeksi selanjutnya ataupun oleh sistem pengendalian kualitas.