// <![CDATA[PENERAPAN MODEL PENGENDALIAN PERSEDIAAN MULTI ITEM KEDA TANG AN SUPPLY BERT AHAP DENGAN MEMPERTIMBANGKAN ANGGARAN PEMBELJAN (Studi Kasus PT. 1-lero Supermarket Cabang Suci)]]> Fifi Herni Mustofa, ST., MT. Dosen Pembimbing 2 Ir. Yanti Helianty, M.T. Dosen Pembimbing 1 SILFINA SYOFIANTI / 13-2000-145 Penulis
Pengendalian persediaan adalah suatu masalah yang umum dihadapi oleh perusahaan dalam mengadakan sejumlah barang pada tempat dan waktu yang tepat, dengan ongkos yang murah. Dengan tersedianya barang, maka permintaan akan suatu barang yang datang diharapkan dapat dipenuhi dengan segera pada saat permintaan itu tiba. PT. Hero Supermaket merupakan perusahaan yang bergerak di bidang bisnis retail. Saat ini, PT. Hero Supermarket cabang Suci tidak memiliki dasar yang jelas mengenai periode pemesanan yang ekonomis dan jumlah pemesanan yang harus dilakukan. Pengendalian persediaan yang digunakan saat ini berdasarkan pengalarnan dan intuisi saja. Proses kedatangan supply dari pihak supplier terjadi secara bertahap pada musim-musim tertentu seperti menjelang Hari Raya Idul Fitri, Natal dan Tahun baru. Kedatangan supply secara bertahap dilakukan karena keterbatasan pihak supplier dalam distribusi berkaitan dengan besarnya jumlah pemesanan barang yang dilakukan oleh perusahaan seiring dengan meningkatnya permintaan barang menjelang Hari Raya idul Fitri, Natal dan Tahun baru. Berdasarkan kondisi tersebut, maka pada penelitian ini dilakukan penerapan"model pengendalian persediaan multi item dengan kedatangan supply bertahap serta memperhitungkan kendala anggaran pembelian barang yang terbatas" (RZ. Abd Aziz. 2000) untuk kebijakan pemesanan joint order pada PT. Hero Supermarket cabang Suci. Item yang diteliti adalah 5 jenis item dari supplier ekstrem, dengan jenis item yang termasuk pada kategori food dan golongan fast moving. Langkah pertama adalah melakukan penerapan model pengendalian persediaan multi item kedatangan supply bertahap tanpa kendala anggaran pembelian berdasarkan joint order. Hasil total ongkos persediaan yang didapat adalah sebesar Rp.80.194.501,00 dan total anggaran pembelian maksimum dalam sekali pesan adalah Rp.5.741.763,00. Karena total pembelian maksimum tersebut melebihi anggaran pembelian berdasarkan kebijakan PT. Hero Supermarket cabang Suci, maka kendala anggaran pembelian menjadi aktif. Langkah selanjutnya adalah melakukan penerapan model pengendalian persediaan multi item kedatangan supply bertahap dengan adanya kendala anggaran pembelian berdasarkan joint order. Hasil total ongkos penediaan yang didapat dengan pengali langrange 0= 0.008 adalah sebesar Rp.79.017.829,00 dan total anggaran pembelian maksimum dalam sekali pesan adalah Rp.3.827.824,00. Jumlah pemesanan optimal (Q), Periode pemesanan (f) dan Jumlah persediaanmaksimum (R) tiap item adalah: