// <![CDATA[KAJIAN PENGARUH METODE CURING PADA KUAT TEKAN BETON GEOPOLIMER]]> 0415128905 - Erma Desmaliana, S.T.,M.T Dosen Pembimbing 1 0410069201 - Euneke Widyaningsih, S.T., M.T. Dosen Pembimbing 2 TASYA INDRIANI SETIANA PUTRI/222018247 Penulis
Beton geopolimer merupakan jenis beton yang tidak menggunakan semen sama sekali untuk bahan pengikat. beton geopolimer menggunakan bahan dasar yang mengandung silika dan alumina yang tinggi, material yang mengandung silika dan alumina ini dapat mengantikan semen 100%, sebagai pengganti bahan pengikat digunakan fly ash yang direaksikan dengan alkali aktivator menghasilkan binder pada beton geopolimer. Alkali aktivator yang digunakan yaitu larutan NaOH konsentrasi 8M dan Larutan Na2SiO3 dengan perbandingan 1:2, sedangkan perbandingan agregat dan bindernya sebesar 60%:40%. Pada penelitian ini dilakukan variasi metode curing yaitu membran, pembasahan, oven, dan steam dengan jumlah benda uji setiap variasinya sebanyak 3 benda uji dan dilakukan pengujian kuat tekan beton pada umur 3, 7, dan 28 hari terhadap benda uji berbentuk silinder dengan ukuran 10×20 ???????? sebanyak 36 benda uji. Berdasarkan hasil pengujian kuat tekan diperoleh grafik hubungan antara kuat tekan beton dan umur beton, didapat nilai kuat tekan beton dengan metode curing membran sebesar 21,17 MPa, metode curing pembasahan sebesar 16,38 MPa, metode curing oven sebesar 20,61 MPa, metode curing steam sebesar 26,76 MPa. Dari data yang diperoleh yang memenuhi kuat tekan rencana yaitu beton yang dicuring dengan metode membran dan steam.