// <![CDATA[PEMODELAN JACKING TUNNEL DENGAN PENDEKATAN METODE ELEMEN HINGGA 2D DAN 3D]]> 0422087303 - Dr. techn Indra Noer Hamdhan, S.T., M.T. Dosen Pembimbing 1 Ariel Nater/222018254 Penulis
Seringkali terjadi kemacetan dikarenakan arus lalu lintas yang dialihkan karena konstruksi terowongan di bawah jalan raya. Dengan adanya metode konstruksi jacked box tunnel, kegiatan di bagian atas terowongan dapat berjalan selama proses konstruksi. Jacked box tunnel merupakan metode konstruksi terowongan dengan pendongkrakan segmen beton precast berbentuk kotak dengan bantuan mesin hidraulik. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan deformasi permukaan dan faktor keamanan galian dalam PLAXIS 2D dan 3D. Variasi kemiringan galian yang dimodelkan yaitu sebesar 1:1, 1,5:1, dan 2:1 (V:H). Batas deformasi permukaan yang diijinkan yaitu sebesar 2 cm. Hasil deformasi permukaan pada pemodelan 2D hanya satu kondisi (Variasi 2 Excavated Soil Condition 3) yang memenuhi batas maksimum penurunan dan seluruh hasil deformasi permukaan pada pemodelan 3D memenuhi batas maksimum penurunan. Hasil faktor keamanan pada pemodelan 2D yaitu berada pada rentang 1,107-1,562. Hasil faktor keamanan pada pemodelan 3D yaitu berada pada rentang 1,817-3,687. Sedangkan, faktor keamanan yang diizinkan sebesar SF > 1,5, maka dari itu hanya ada satu kondisi (Variasi 1 Excavated Soil Condition 2) pada pemodelan 2D yang dikategorikan aman dan semua pemodelan 3D dikategorikan aman. Setelah dibandingkan, pemodelan yang disarankan untuk konstruksi jacked box tunnel yaitu dengan pemodelan 3D dan kemiringan galian 1:1, 1,5:1 dan 2:1.