// <![CDATA[ANALISIS SPASIAL KAWASAN RAWAN BENCANA TANAH LONGSOR DI KABUPATEN BANDUNG (Studi Kasus:]]> 0010045801 - Aprilana, Ir., M.T Dosen Pembimbing 1 HAMDI YUWAFI/232016080 Penulis
Berdasarkan (Jabarprov, 2020) Kabupaten Bandung terletak di dataran tinggi yang dikelilingi oleh gunung-gunung dan bukit-bukit. Karena letaknya yang berada pada perbukitan terjal wilayah ini sering terkena bencana tanah longsor. Berdasarkan pemberitaan Tribun News tanggal 20 April 2021, telah terjadi kejadian longsor di Kecamatan Pangalengan yang mencakup tiga wilayah desa yaitu, Desa Pulosari, Desa Lumajang, dan Desa Margamulya. Kecamatan Pangalengan dan Kecamatan Pasirjambu merupakan Kecamatan yang sering terdampak bencana tanah longsor. Menurut Kementrian ESDM, tingkat kerentanan tanah longsor juga semakin tinggi dengan meningkatnya aktivitas manusia yang tidak ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sebaran daerah rawan longsor menggunakan sistem informasi geografis di Kecamatan Pangalengan dan Kecamatan Pasirjambu. Parameter yang digunakan dalam penelitian ini yaitu, penggunaan lahan, kemiringan lereng, jenis batuan, jenis tanah, dan curah hujan. Metode yang digunakan yaitu metode overlay dan pembobotan yang mengacu pada Puslittanak 2004. Berdasarkan penelitian ini maka dapat disimpulkan bahwa tingkat sebaran daerah longsor di Kecamatan Pangalengan dan Kecamatan Pasirjambu dengan kerawanan sangat rendah seluas 300,98 Ha dan kondisi rendah dengan luas 5455,96 Ha.