PERBAIKAN STASIUN KERJA DEPARTEMEN SEWING BERDASARKAN ANTROPOMETRI DANSTUDIGERAKAN (Studi Kasus di PT. Indokemas Sukses Makmur)
PT. Indokemas Sukses Makmur (PT. ISM) merupakan perusahaan yang bergerak dalam industri pembuatan karung plastik. Berdasarkan hasil wawancara dengan Kepala Bagian Produksi bahwa tenaga kerja operator pada departemen sewing dinilai kurang efisien, sehingga departemen ini perlu mendapat perhatian lebih dibandingkan departemen lain untuk meningkatkan performansi perusahaan. Hal ini dapat dilihat dengan dioperasikannya mesin oleh
satu operator yang bertugas menjahit karung, dan dibantu oleh satu operator yang bertugas menggunting benang pada karung yang telah dijahit. Selain itu, fasilitas kerja kedua operator dinilai dan dirasakan kurang nyaman oleh operator. Ini dapat dilihat dari dimensi
fasilitas yang digunakan seperti kursi. Terlihat bahwa dimensi paha dan pantat operator melebihi dimensi kursi yang digunakannya sehingga dapat menyebabkan daerah pinggul dan badan bagian bawah tidak disangga dengan baik. Kondisi yang demikian dapat menimbulkan rasa pegal pada bagian paha dan pantat. Hal ini memerlukan suatu perencanaan perbaikan stasiun kerja yang lebih baik, dengan menjadikan manusia sebagai pusat perhatian (Human Centered Design atau User Centre Design). Perancangan perbaikan stasiun kerja ini adalah dengan merancang kerja dan alat bantu
pada stasiun kerja departemen sewing berdasarkan prinsip-prinsip ergonomi, yaitu antropometri dan studi gerakan (ekonomi gerakan), sehingga diperoleh suatu sistem kerja yang efisien, dan memberikan rasa nyaman, serta diharapkan dapat meningkatkan performansi departemen sewing pada khususnya, dan perusahaan pada umumnya. Dimensi fasilitas kerja hasil rancangan dapat dilihat pada Tabel I.
Rancangan alat bantu berupa alat potong yang menyerupai gunting. Alat bantu ini digunakan untuk menggunting benang pada karung yang telah dijahit. Alat bantu ini digunakan oleh operator 1, sehingga cara kerja setelah perancangan dilakukan oleh operator 1, yaitu mulai
dari mengambil karung, menjahit karung, sampai dengan menggunting benang pada karung yang telah dijahit. Pengukuran waktu kerja untuk basil perancangan, menggunakan analisis elemen gerakan pada Peta Tangan Kiri dan Tangan Kanan, dengan bantuan tabel MTM. Waktu yang diperoleh adalah 7,812 detik. Waktu dengan cara kerja ini lebih cepat daripada sebelumnya dengan selisih waktu 3,257 detik. Selain itu, dengan adanya alat bantu ini maka tugas operator 2 saat menggunting benang dilakukan oleh operator 1, sehingga jumlah operator menjadi berkurang. Adanya pengurangan waktu penyelesaian. pengurangan jumlah operator, dan rancangan fasilitas kerja membuktikan bahwa adanya perbaikan pada stasiun kerja departemen sewing sehingga terjadi peningkatan efisiensi dan performansi pada departemen tersebut.
Detail Information
Citation
APA Style
. ().PERBAIKAN STASIUN KERJA DEPARTEMEN SEWING BERDASARKAN ANTROPOMETRI DANSTUDIGERAKAN (Studi Kasus di PT. Indokemas Sukses Makmur) ().:
Chicago Style
.PERBAIKAN STASIUN KERJA DEPARTEMEN SEWING BERDASARKAN ANTROPOMETRI DANSTUDIGERAKAN (Studi Kasus di PT. Indokemas Sukses Makmur) ().:,.Text
MLA Style
.PERBAIKAN STASIUN KERJA DEPARTEMEN SEWING BERDASARKAN ANTROPOMETRI DANSTUDIGERAKAN (Studi Kasus di PT. Indokemas Sukses Makmur) ().:,.Text
Turabian Style
.PERBAIKAN STASIUN KERJA DEPARTEMEN SEWING BERDASARKAN ANTROPOMETRI DANSTUDIGERAKAN (Studi Kasus di PT. Indokemas Sukses Makmur) ().:,.Text